Palembang, Siaranberita.com — Dalam upaya menjaga dan menghidupkan kembali warisan literasi Islam Nusantara, sejumlah mahasiswi Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang melaksanakan kegiatan Kuliah Kerja Nyata – Pengabdian Kepada Masyarakat (KKN-PKM) dengan fokus utama: meningkatkan literasi Arab Melayu di kalangan pelajar tingkat sekolah menengah.
Program ini dilaksanakan di SMP Bina Cipta Bukit Sangkal Palembang, sebuah sekolah swasta yang dikenal terbuka terhadap inovasi pembelajaran dan kegiatan berbasis budaya. Kegiatan pengabdian ini mendapat sambutan hangat dari pihak sekolah dan para siswa yang penasaran dengan aksara Arab Melayu—huruf Arab yang digunakan untuk menulis dalam bahasa Melayu klasik. “Arab Melayu bukan hanya bentuk tulisan, tapi jejak sejarah peradaban Islam di Indonesia.
Literasi ini pernah hidup dalam manuskrip, surat kerajaan, kitab keislaman, dan kehidupan sehari-hari masyarakat Melayu,” jelas Suci Amelia, salah satu anggota tim KKN. Kegiatan dilakukan melalui serangkaian sesi pembelajaran interaktif, mulai dari pengenalan bentuk huruf, latihan membaca teks pendek, hingga praktik menulis nama dan kalimat sederhana dalam aksara Arab Melayu.
Para siswa juga diajak menelusuri sejarah penggunaan Arab Melayu di masa Kesultanan Palembang Darussalam dan wilayah Sumatra Timur lainnya. Pihak sekolah menyatakan kegiatan ini sangat bermanfaat. Ibu Minni, guru pendamping dari SMP Bina Cipta, mengatakan, “Siswa sangat antusias. Ini pengalaman pertama mereka mengenal aksara yang unik tapi dekat dengan budaya sendiri.” Kepala sekolah, Ibu Yayuk, berharap kegiatan seperti ini bisa terus dikembangkan karena memberikan alternatif literasi yang tidak hanya edukatif, tetapi juga menumbuhkan rasa cinta terhadap sejarah dan warisan Islam lokal.
Selain pelatihan langsung, mahasiswa juga membagikan modul pembelajaran Arab Melayu sederhana yang bisa digunakan guru dan siswa untuk pembelajaran lanjutan secara mandiri. Modul tersebut disusun agar mudah dipahami oleh siswa SMP, bahkan oleh pemula yang belum pernah mengenal aksara Arab. Program KKN-PKM ini menjadi bukti bahwa peran mahasiswa tidak hanya terbatas pada ruang kuliah, tetapi bisa hadir langsung di tengah masyarakat dengan membawa misi edukasi, pelestarian budaya, dan pembentukan karakter generasi muda. Melalui pengabdian ini, Arab Melayu bukan hanya dikenalkan, tetapi juga dihidupkan kembali sebagai bagian dari identitas budaya Islam Nusantara yang layak untuk terus diwariskan.