Pengurus Masjid Jamik Nurul Iman menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat peran masjid sebagai pusat pembinaan umat setelah mengikuti kegiatan Muzakarah dan Tarqiyah Imam, Khatib, serta Pengurus Masjid se-Provinsi Bengkulu yang digelar di Masjid Pondok Pesantren IT Rabbani Putri, Kota Bengkulu, Sabtu (24/1).
Kegiatan tersebut menjadi momentum penting bagi pengurus Masjid Nurul Iman untuk memperluas wawasan dan memperdalam pemahaman tentang pengelolaan masjid yang tidak hanya berorientasi pada ibadah ritual, tetapi juga pada fungsi sosial, pendidikan, dan dakwah yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Muzakarah yang mengusung tema “Masjid Makmur Jamaahnya, Imam Khatib Barakah Ilmunya” dinilai sejalan dengan visi Masjid Nurul Iman yang selama ini berupaya menghadirkan masjid sebagai ruang yang terbuka, ramah, dan membina jamaah lintas usia.
Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni, dalam sambutannya menekankan pentingnya peningkatan kapasitas imam, khatib, dan pengurus masjid agar mampu menjawab tantangan dakwah di tengah dinamika sosial masyarakat yang semakin kompleks. Menurutnya, masjid memiliki posisi strategis dalam membentuk karakter umat yang religius, moderat, dan berakhlak mulia.
Menanggapi hal tersebut, Khatib Masjid Nurul Iman, Nanda Iskandar, menyampaikan bahwa kegiatan muzakarah ini menjadi penguat semangat bagi pengurus masjid untuk terus berbenah dan meningkatkan kualitas pelayanan jamaah.
“Bagi kami di Masjid Nurul Iman, muzakarah ini bukan sekadar forum diskusi, tetapi juga pengingat bahwa masjid harus benar-benar hadir sebagai pusat pembinaan umat. Jamaah tidak hanya datang untuk shalat, tetapi juga mendapatkan ilmu, ketenangan, dan bimbingan,” ujarnya.
Ustadz Nanda menambahkan, penguatan peran masjid harus dimulai dari niat yang ikhlas, manajemen yang baik, serta sinergi antara pengurus, jamaah, ulama, dan pemerintah. Dengan demikian, masjid dapat menjadi solusi atas berbagai persoalan umat di tingkat lingkungan.
Sebagai tindak lanjut, Masjid Nurul Iman Lingkar Timur berkomitmen mengembangkan program-program pembinaan keagamaan, kajian rutin, serta kegiatan sosial yang lebih terstruktur dan inklusif. Harapannya, masjid dapat terus hidup, makmur oleh jamaah, dan memberi kontribusi nyata dalam membangun masyarakat yang religius dan harmonis di Kota Bengkulu.(IH)
























