Contact Us
Login
Logout
Pelataran
Leaderboard Puteri Anak dan Puteri Remaja Banten 2026
  • Berita Utama
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Nasional
  • Properti
  • SBTV
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Teknologi
    • Otomotif
    • English
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Pariwisata
    • Pendidikan
    • Product Review
    • Sorot
    • Sport
    • Event
    • Opini
    • Profil
  • Kirim Tulisan
    • Login
    • Account
    • Logout
Pelataran
  • Berita Utama
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Nasional
  • Properti
  • SBTV
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Teknologi
    • Otomotif
    • English
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Pariwisata
    • Pendidikan
    • Product Review
    • Sorot
    • Sport
    • Event
    • Opini
    • Profil
  • Kirim Tulisan
    • Login
    • Account
    • Logout
No Result
View All Result
Pelataran
No Result
View All Result
Home Pertanian

Masa Depan Kelapa Indonesia: Membangun Ekosistem Berkelanjutan

Oleh: Kuntoro Boga Andri, Kepala Pusat BSIP Perkebunan, Kementan

Kuntoro Boga by Kuntoro Boga
21 March 2025
in Pertanian
A A
0
Kebun kelapa masyarakat

Kebun kelapa yang menjadi sumber perekonomian jutaan petani Indonesia

855
SHARES
1.2k
VIEWS

Kebun kelapa yang menjadi sumber perekonomian jutaan petani Indonesia

Kelapa bukan sekadar simbol budaya, tetapi juga pilar ekonomi Indonesia. Dari total 3,32 juta hektare perkebunan kelapa di Indonesia (BPS, 2023), sekitar 98% dikelola oleh petani kecil yang menopang lebih dari dua juta keluarga. Indonesia menempati posisi kedua sebagai produsen kelapa terbesar dunia, dengan produksi mencapai 2,83 juta metrik ton pada 2023. Ekspor kelapa Indonesia bahkan mencapai USD 1,55 miliar (Rp23 triliun), berkontribusi 38,3% terhadap total ekspor dunia. Namun, meski berperan penting dalam ekonomi nasional, industri kelapa nasional menghadapi berbagai tantangan. Produktivitas rata-rata hanya 1,1 ton kopra per hektare, jauh di bawah potensi genetik kelapa unggul yang bisa mencapai 3,5 ton. Hilirisasi belum menjadi prioritas, sehingga nilai tambah dari produk kelapa belum maksimal. Selain itu, perubahan iklim dan tekanan pasar global semakin menuntut inovasi dalam industri kelapa nasional. Oleh karena itu, menjelang peringatan 100 tahun inovasi kelapa di Indonesia pada 2027, kita perlu menengok kembali jejak modernisasi kelapa serta langkah strategis untuk masa depan.

Sejarah Modernisasi Kelapa

Modernisasi kelapa di Indonesia berakar dari penelitian yang dilakukan oleh Dr. Thames, seorang ilmuwan Belanda, yang pada 1927 menanam benih kelapa di Desa Mapanget, Sulawesi Utara. Ia membawa 500 koleksi bibit dari Kebun Raya Bogor untuk diuji adaptasinya di berbagai ekosistem. Hingga kini, sebanyak 30 pohon kelapa unggul warisannya masih tumbuh di Instalasi Pengujian Standar Instrumen Pertanian (IPSIP) Mapanget. Warisan penelitian ini kemudian berkembang menjadi Klapper Proofstation pada 1930, lembaga riset kelapa pertama di Indonesia. Seiring waktu, lembaga ini mengalami berbagai transformasi, hingga akhirnya pada 2023 bertransformasi menjadi Balai Pengujian Standar Instrumen Tanaman Palma (BSIP Tanaman Palma), di bawah koordinasi Kementerian Pertanian. Lembaga ini telah menghasilkan 60 varietas kelapa nasional, termasuk kelapa dalam, genjah, dan hibrida dengan produktivitas mencapai 3,5 ton kopra per hektare per tahun.

Keunggulan BSIP Tanaman Palma terletak pada bank genetiknya, yang menyimpan 100 aksesi kelapa dari seluruh Indonesia. Teknologi whole genome sequencing memungkinkan identifikasi gen kelapa yang tahan terhadap kekeringan dan salinitas, sehingga dapat dikembangkan lebih lanjut untuk meningkatkan ketahanan pangan dan energi berbasis kelapa.

Strategi Pengembangan Kelapa di Indonesia

Meski memiliki potensi besar, industri kelapa Indonesia menghadapi sejumlah tantangan serius. Salah satu tantangan utama adalah usia tanaman yang menua, dengan sekitar 15% pohon kelapa di Indonesia berusia lebih dari 50 tahun. Kondisi ini menyebabkan produktivitas kelapa terus menurun. Di samping itu, serangan hama Brontispa longissima dapat mengurangi hasil panen hingga 60%, dengan potensi kerugian ekonomi mencapai USD 40 juta per tahun. Selain faktor biologis dan ekologis, industri kelapa juga menghadapi persoalan dalam hilirisasi dan pengolahan produk. Sebagian besar produk kelapa Indonesia masih diekspor dalam bentuk bahan mentah, tanpa nilai tambah yang maksimal. Hilirisasi, seperti pengolahan minyak kelapa, asam laurat, dan bioethanol, belum menjadi prioritas dalam pengembangan industri kelapa nasional.

Leaderboard Satu Rumah

Perubahan iklim juga menjadi tantangan serius bagi keberlanjutan industri kelapa Indonesia. Pola cuaca yang tidak menentu berdampak pada produktivitas tanaman, sementara persaingan global semakin meningkat, terutama dengan negara-negara produsen lain seperti Filipina dan India. Untuk menjawab berbagai tantangan ini, Indonesia perlu mengadopsi strategi yang terarah dan berkelanjutan. Salah satunya adalah dengan melakukan peremajaan kebun kelapa secara masif. Kementerian Pertanian telah meluncurkan program peremajaan 200.000 hektare kelapa pada 2023-2024 dengan menyediakan benih unggul bersertifikat.

Baca Juga

Lapas Bengkulu, Giatja Lapas, Pembinaan Kemandirian, Ketahanan Pangan, Warga Binaan, Program Pertanian, Asimilasi, Edukasi Lapas, Budidaya Terung, Pemasyarakatan

Pembinaan Kemandirian Lapas Bengkulu Lewat Budidaya Terong

27 January 2026
WhatsApp Image 2026 01 22 at 11.27.55 1

Dukung Program Menteri, Lapas Arga Makmur Panen Raya Sawi dan Kangkung di Lahan Pertanian Milik Warga Binaan

23 January 2026
WhatsApp Image 2026 01 17 at 20.30.40 1

Dukung Program Ketahanan Pangan Nasional, Lapas Arga Makmur Panen Ratusan Kilogram Sawi dan Kangkung

20 January 2026
WhatsApp Image 2026 01 13 at 10.44.41 1

Program Ketahanan Pangan Berbuah Manis, Rutan Bengkulu Panen Semangka

13 January 2026

Selain peremajaan, upaya peningkatan hilirisasi dan inovasi produk kelapa harus menjadi prioritas. Peningkatan investasi di sektor hilir, seperti pembangunan bio-refinery untuk produksi bioethanol dan kosmetik berbasis kelapa, akan meningkatkan nilai tambah industri kelapa nasional. Pengembangan varietas unggul dengan produktivitas tinggi, seperti Kelapa Hibrida KHINA-1 hingga KHINA-5, juga menjadi solusi dalam meningkatkan produksi kelapa nasional. Selain itu, digitalisasi industri kelapa dapat meningkatkan daya saing global. Integrasi teknologi blockchain untuk keterlacakan produk kelapa di pasar global akan meningkatkan kepercayaan konsumen dan memastikan produk kelapa Indonesia memenuhi standar internasional. Peningkatan sertifikasi indikasi geografis bagi produk kelapa khas daerah juga penting untuk memperkuat daya saing di pasar ekspor. Di tingkat internasional, Indonesia terus memperkuat diplomasi kelapa melalui International Coconut Community (ICC) dengan menjalin kolaborasi riset bersama Filipina, India, dan Sri Lanka untuk mengembangkan industri kelapa negara anggota.

Indonesia harus memanfaatkan momentum 100 tahun, sejak 1927 awal momentum inovasi kelapa Indonesia yang ditandai penanaman benih kelapa di Desa Mapanget, Sulawesi Utara, sebagai titik tolak membangun ekosistem kelapa yang berkelanjutan. Ke depan, kita perlu mendorong penelitian lebih lanjut, memperkuat kolaborasi dengan sektor swasta, serta memastikan petani mendapatkan manfaat ekonomi yang lebih besar dari industri ini. Dengan strategi yang tepat, Indonesia dapat memimpin modernisasi kelapa global dan menjadikan kelapa sebagai komoditas unggulan yang berdaya saing tinggi di pasar internasional. Pada akhirnya, modernisasi kelapa bukan hanya soal peningkatan produksi, tetapi juga tentang membangun kesejahteraan petani, mengembangkan industri berbasis riset, dan melestarikan warisan budaya Nusantara. Saatnya Indonesia mengambil peran utama dalam revolusi kelapa global, menuju 100 tahun modernisasi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Tags: Kelapa
Share342Tweet214Share60Pin77SendShare
Leaderboard Satu Rumah
Previous Post

Resmikan TPS3R Semper Barat, Wagub DKI Dorong Masyarakat Pilah Sampah Sebelum Dibuang

Next Post

Seruan Konsolidasi dan Diskusi Tolak RUU TNI: Ancaman bagi Supremasi Sipil

Kuntoro Boga

Kuntoro Boga

Related Posts

Lapas Bengkulu, Giatja Lapas, Pembinaan Kemandirian, Ketahanan Pangan, Warga Binaan, Program Pertanian, Asimilasi, Edukasi Lapas, Budidaya Terung, Pemasyarakatan

Pembinaan Kemandirian Lapas Bengkulu Lewat Budidaya Terong

27 January 2026
WhatsApp Image 2026 01 22 at 11.27.55 1

Dukung Program Menteri, Lapas Arga Makmur Panen Raya Sawi dan Kangkung di Lahan Pertanian Milik Warga Binaan

23 January 2026
WhatsApp Image 2026 01 17 at 20.30.40 1

Dukung Program Ketahanan Pangan Nasional, Lapas Arga Makmur Panen Ratusan Kilogram Sawi dan Kangkung

20 January 2026
WhatsApp Image 2026 01 13 at 10.44.41 1

Program Ketahanan Pangan Berbuah Manis, Rutan Bengkulu Panen Semangka

13 January 2026
Next Post
WhatsApp Image 2025 03 21 at 10.21.30 AM

Seruan Konsolidasi dan Diskusi Tolak RUU TNI: Ancaman bagi Supremasi Sipil

IMG 0111

Indahnya Berbagi: Lapas Blangpidie Tebar Berkah Takjil di Bulan Ramadhan

WhatsApp Image 2025 03 20 at 13.15.00 1

Siswi MAN 2 Bantul Tingkatkan Pemahaman Islam dengan Ikuti Kajian Fiqih Wanita

IMG 20250320 WA0019 1024x768 1

Persiapan Maksimal: Siswa MAN 2 Bantul Siapkan Bazar Pasar Murah

250320120751 287

Gelar Aksi Berbagi Santunan Anak Yatim dan Dhuafa oleh Alumni 2014 MAN 2 Bantul

Please login to join discussion
Square Media Wanita

Berita Utama

WhatsApp Image 2026 01 22 at 19.35.45 1
Berita Utama

Panen Kacang Panjang Jadi Bukti Pembinaan Nyata di Lapas Bandanaira

by Redaksi Lapas Bandanaira
23 January 2026
0

Banda Naira, INFO_PAS - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Bandanaira kembali membuktikan keberhasilan program pembinaan kemandirian melalui kegiatan pertanian produktif....

Read moreDetails
WhatsApp Image 2026 01 12 at 14.19.12 1 768x512 1

Presiden Prabowo Perkuat Pembangunan SDM Lewat Sekolah Rakyat Terintegrasi

20 January 2026
PLN Terus Pulihkan Listrik Aceh, Crane Disulap Jadi Tower Darurat

PLN Terus Pulihkan Listrik Aceh, Crane Disulap Jadi Tower Darurat

29 December 2025
Lapas Bengkulu, Pembinaan Rohani, Penyuluh Agama, Warga Binaan, Masjid An-Nur, Kemenag Bengkulu, Mengaji Iqro, Tausiyah, Pembinaan Kepribadian, Bakti pada Orang Tua

WBP Dalami Iqro dan Al-Qur’an dalam Pembinaan Rohani Rutin Lapas Bengkulu

9 December 2025
Pascabencana Banjir Agam Kembali Menyala, Sistem Kelistrikan Sumbar Pulih 100%

Pascabencana Banjir Agam Kembali Menyala, Sistem Kelistrikan Sumbar Pulih 100%

7 December 2025
Rumah Prabu Half Page

Berita Terkait

Lurah Bone Badariah, S.Sos., M.M., bersama Sekretaris Dinas Perikanan dan Kelautan Pangkep Ahmad, unsur Babinsa, penyuluh perikanan, serta tokoh masyarakat setempat, turut memberikan pakan ikan budidaya.

Dorong Ekonomi Tambak, Pokdakan Maju Bersama Terbentuk

28 January 2026
WhatsApp Image 2026 01 27 at 19.11.02 1

Tak Asal Bebas, Bapas Bengkulu Pastikan Klien Pemasyarakatan Siap dan Terawasi

27 January 2026
WhatsApp Image 2026 01 27 at 09.23.38 1

Lewat Sidang TPP, Bapas Bengkulu Pastikan Klien Pemasyarakatan Aman dan Siap Kembali ke Masyarakat

27 January 2026
WhatsApp Image 2026 01 27 at 10.24.05

Pengawasan Klien Dewasa Diperketat, Bapas Bengkulu Jamin Keamanan Masyarakat

27 January 2026
Desain tanpa judul 4 1

KUHP Baru Dorong Keadilan Lebih Humanis, Bapas Bengkulu Tingkatkan Kesiapan SDM

27 January 2026
IMG 20260121 WA0054 1 1140x1520 1

Warung Makan Pakde Raing Karangbinangun: Sajian Masakan Emak yang Bikin Kangen, Wajib Dicoba!

27 January 2026
Pelataran

Pelataran.com adalah portal media berita online yang terbuka untuk umum dan menerima kontribusi tulisan dari berbagai penulis. Tulisan yang dimuat dapat berupa berita, press release, opini, maupun bentuk tulisan lainnya.

Segala konten yang dipublikasikan di Pelataran.com merupakan tanggung jawab penuh dari masing-masing penulis. Hak cipta atas isi tulisan, gambar, maupun video yang ditayangkan di situs ini sepenuhnya menjadi milik penulis atau pengunggah konten.

Follow Us

Pelataran.com

Jika Anda merasa keberatan dengan adanya tulisan, gambar, atau video yang ditampilkan di situs ini karena alasan hak cipta atau alasan lainnya, silakan hubungi tim redaksi melalui email di:

📧 redaksi@pelataran.com

Kami akan segera meninjau dan menghapus konten yang dimaksud sesuai dengan kebijakan dan pertimbangan redaksi.

Penting!

Tulisan yang tidak disertai dengan foto atau gambar atau ilustrasi tidak akan dipublikasikan dan akan langsung dihapus oleh Redaksi. Gambar harus ada hubungannya dengan tulisan ya dan bukan foto selfie penulis

Pemberitahuan!

Pelataran.com adalah portal berita komunitas yang berpusat di Jakarta dan tidak memiliki kantor perwakilan dimanapun. Tulisan atau berita yang ada merupakan kontribusi penulis lepas dari seluruh Indonesia bahkan dari seluruh dunia. Hati-Hati dengan oknum yang meng-atas-nama-kan Pelataran.com dengan mengaku sebagai wartawan, karena kami tidak memiliki wartawan dan tidak mengeluarkan kartu pengenal wartawan atau Kartu Pers atau Press ID Card.

Iklan MC DSA Square
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Cyber
  • Syarat dan Ketentuan
  • Disclaimer
  • Mengapa Tulisan Belum Ditayangkan?
  • Contact Us

© 2023 Pelataran - Pres Rilis dan Berita

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Nasional
  • Properti
  • SBTV
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Teknologi
    • Otomotif
    • English
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Pariwisata
    • Pendidikan
    • Product Review
    • Sorot
    • Sport
    • Event
    • Opini
    • Profil
  • Kirim Tulisan
    • Login
    • Account
    • Logout
  • Login
  • Sign Up

© 2023 Pelataran - Pres Rilis dan Berita