Pelataran, Palembang, (2/2/2026) – Literasi keuangan menjadi salah satu kompetensi esensial yang perlu ditanamkan sejak usia remaja, khususnya bagi remaja perempuan yang kelak akan memiliki peran strategis dalam pengelolaan keuangan pribadi maupun keluarga. Kesadaran tersebut melandasi pelaksanaan program kerja individu oleh Annisatul Mardiah Nasution (23011110004), mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika, dalam rangka KKN 84 UIN Raden Fatah Palembang. Program ini dirancang sebagai bentuk pengabdian masyarakat yang berorientasi pada penguatan literasi keuangan melalui pendekatan numerasi yang kontekstual, sederhana, dan aplikatif sesuai dengan pengalaman hidup peserta.
Tujuan utama kegiatan ini adalah memberikan pemahaman dasar mengenai literasi keuangan kepada remaja perempuan dengan memanfaatkan konsep matematika sebagai alat bantu berpikir. Peserta diarahkan untuk mengenali dan mengidentifikasi pemasukan serta pengeluaran keuangan sehari-hari secara realistis, sehingga mereka mampu melihat pola penggunaan uang yang selama ini berjalan tanpa perencanaan. Melalui penerapan operasi matematika dasar seperti penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian, peserta dilatih untuk memahami bahwa pengelolaan keuangan tidak terlepas dari kemampuan berhitung yang logis dan terstruktur. Proses ini sekaligus menumbuhkan kesadaran akan pentingnya perencanaan keuangan dan kebiasaan menabung sejak usia remaja.

Bentuk kegiatan disusun secara terintegrasi melalui penggunaan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) yang berbasis pada pengalaman keuangan harian remaja perempuan. Peserta diajak untuk mencatat uang saku yang diterima serta pengeluaran harian maupun mingguan sebagai langkah awal mengenal kondisi keuangan pribadi. Dari pencatatan tersebut, peserta kemudian berlatih menghitung sisa uang menggunakan konsep pengurangan, yang menjadi dasar dalam mengelola keuangan secara lebih terkontrol. Kegiatan ini dilanjutkan dengan perencanaan tabungan harian, mingguan, dan bulanan menggunakan operasi perkalian, sehingga peserta mampu melihat potensi akumulasi tabungan secara nyata dan terukur.
Selain itu, peserta diarahkan untuk mengelompokkan pengeluaran ke dalam kategori kebutuhan dan keinginan sebagai upaya membangun kesadaran finansial yang lebih kritis. Proses pengelompokan ini membantu peserta memahami prioritas dalam pengambilan keputusan keuangan serta dampak dari pilihan konsumsi yang dilakukan. Pada akhir kegiatan, peserta diminta untuk menuliskan refleksi dan kesimpulan pribadi sebagai bentuk penguatan pemahaman dan evaluasi sikap terhadap pengelolaan keuangan. Refleksi ini menjadi ruang bagi peserta untuk menyadari perubahan pola pikir yang terjadi selama mengikuti kegiatan edukasi.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa berperan sebagai fasilitator dan pendamping pembelajaran yang aktif. Annisatul Mardiah Nasution membimbing peserta dalam memahami konsep matematika yang diterapkan dalam pengelolaan keuangan sederhana, sekaligus menciptakan suasana belajar yang komunikatif dan ramah. Pendekatan kontekstual yang digunakan memungkinkan peserta untuk terlibat secara langsung dalam proses pembelajaran, sehingga materi yang disampaikan tidak terasa abstrak atau membebani. Mahasiswa juga mendorong peserta untuk merefleksikan kebiasaan keuangannya secara jujur dan bertanggung jawab sebagai bagian dari proses pembentukan karakter finansial.

Manfaat kegiatan ini terlihat dari meningkatnya kemampuan remaja perempuan dalam mencatat dan memahami pemasukan serta pengeluaran keuangan pribadi. Peserta menjadi lebih terampil menghitung sisa uang, menyusun rencana tabungan secara sederhana, serta memiliki kesadaran untuk membedakan antara kebutuhan dan keinginan dalam kehidupan sehari-hari. Lebih jauh, kegiatan ini berkontribusi pada terbentuknya sikap bijak, mandiri, dan bertanggung jawab dalam mengelola keuangan. Bagi mahasiswa, program ini memberikan pengalaman pengabdian masyarakat yang bermakna, karena mengintegrasikan edukasi literasi keuangan dengan penguatan numerasi dalam konteks sosial yang nyata.
Harapan dari pelaksanaan program ini adalah terciptanya kebiasaan pengelolaan keuangan sederhana yang berkelanjutan pada remaja perempuan. Dengan bekal literasi keuangan yang memadai, remaja perempuan diharapkan mampu membangun kemandirian finansial sejak dini dan menghadapi tantangan ekonomi di masa depan dengan lebih siap. Selain itu, program ini diharapkan menjadi pemantik tumbuhnya budaya literasi keuangan di lingkungan masyarakat, sekaligus memperkuat sinergi positif antara mahasiswa, peserta didik, dan masyarakat dalam upaya penguatan literasi keuangan yang berkelanjutan dan inklusif.
























