Pelataran, Teluk Jaya. (11/2/2026) – Pendekatan komunikasi berbasis digital mulai membentuk wajah baru kampanye kesehatan anak di Desa Teluk Jaya. Melalui inisiatif mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Raden Fatah Palembang Angkatan ke-84 Kelompok 74, edukasi mengenai bahaya paparan asap dan pencegahan stunting disampaikan dengan strategi yang lebih kontekstual dan berkelanjutan.
Kampanye ini mengintegrasikan sosialisasi tatap muka di lingkungan pendidikan dengan pemanfaatan media visual interaktif, sehingga pesan kesehatan tidak berhenti pada ruang kelas, tetapi hadir dalam ruang publik desa. Anak-anak menjadi sasaran utama edukasi, dengan materi yang dirancang komunikatif, visual, dan mudah dipahami sesuai dengan tahap perkembangan mereka.

Sebagai medium utama, mahasiswa KKN menghadirkan banner dan stiker edukatif bertagline “Tumbuh Tanpa Asap, Sehat Tanpa Stunting” . Media tersebut dilengkapi QR Code yang terhubung dengan video animasi edukatif, memungkinkan pesan kesehatan diakses secara mandiri dan berulang. Pendekatan ini menempatkan teknologi sederhana sebagai jembatan antara informasi kesehatan dan kebiasaan belajar anak-anak.
Banner kampanye ditempatkan di pintu masuk Desa Teluk Jaya, tepat di kawasan persimpangan Pelempang Simpang Tiga, menjadikannya titik temu strategis antara pesan edukasi dan mobilitas warga. Sementara itu, stiker disebarluaskan ke rumah-rumah warga, institusi pendidikan, serta ruang publik lainnya untuk memperluas jangkauan kampanye.

Inisiatif ini digagas oleh Rafifah Jihan Fadhila (Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam) dan Dyah Putri Utami (Program Studi Ilmu Komunikasi). Keduanya menerjemahkan keilmuan komunikasi ke dalam praktik pengabdian melalui perpaduan public speaking dan komunikasi visual, sehingga pesan kesehatan tidak hanya informatif, tetapi juga persuasif dan relevan dengan konteks desa.
Respons masyarakat dan tenaga pendidik menunjukkan apresiasi tinggi terhadap pendekatan ini. Kampanye dinilai mampu menghadirkan edukasi kesehatan yang tidak menggurui, sekaligus menumbuhkan kesadaran sejak dini melalui medium yang akrab bagi anak-anak. Inisiatif tersebut menegaskan bahwa komunikasi yang dirancang dengan presisi dapat menjadi instrumen strategis dalam membangun budaya hidup sehat di tingkat komunitas.

























