Mahasiswa KKN UIN Raden Fatah Palembang melaksanakan kegiatan pemberdayaan perempuan melalui pemanfaatan kain bekas menjadi pot bunga kreatif berbahan semen. Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa, 3 Februari 2026, bertempat di halaman posko KKN Desa Tanjung Dalam. Program ini bertujuan mengasah kreativitas kaum perempuan sekaligus memanfaatkan barang bekas agar memiliki nilai guna dan nilai ekonomi.

Pemanfaatan limbah rumah tangga, seperti kain bekas, masih belum optimal dan sering berakhir menjadi sampah. Padahal, bahan tersebut dapat diolah kembali menjadi produk kreatif yang bermanfaat. Melihat kondisi tersebut, mahasiswa KKN berinisiatif mengadakan pelatihan pembuatan pot bunga berbahan semen dengan memanfaatkan kain bekas sebagai upaya pemberdayaan perempuan dan pengelolaan limbah yang ramah lingkungan.
Kegiatan diawali dengan penjelasan mengenai bahan dan alat yang digunakan dalam pembuatan pot bunga. Selanjutnya, peserta diajak untuk mempraktikkan langsung proses pembuatan, mulai dari pencampuran semen, perendaman kain, pembentukan pot, hingga tahap pengeringan. Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa KKN mendampingi peserta agar setiap tahapan dapat dilakukan dengan benar dan aman.
Antusiasme peserta terlihat dari semangat ibu-ibu dalam mengikuti pelatihan. Peserta aktif mencoba membentuk pot dengan berbagai variasi model dan saling berdiskusi untuk menghasilkan karya yang menarik. Suasana kegiatan berlangsung meriah dan penuh kebersamaan.



Melalui kegiatan ini, peserta memperoleh keterampilan baru dalam mengolah kain bekas menjadi pot bunga yang bernilai guna. Selain dapat dimanfaatkan untuk keperluan rumah tangga, hasil kerajinan ini juga berpotensi dikembangkan sebagai produk kreatif yang memiliki nilai jual.
“Kegiatan ini sangat menarik karena kain bekas yang biasanya tidak terpakai bisa diolah menjadi pot bunga yang cantik,” ujar salah satu peserta kegiatan.
Mahasiswa KKN berharap kegiatan pemanfaatan kain bekas ini dapat mendorong kreativitas dan kepedulian lingkungan di kalangan kaum perempuan. Ke depan, kegiatan serupa diharapkan dapat terus berlanjut dan menjadi peluang usaha kreatif yang mampu meningkatkan perekonomian keluarga serta mendukung pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.
























