Bengkulu – Suasana penuh kekhusyukan kembali terasa di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas IIB Bengkulu saat warga binaan melaksanakan Shalat Isya dan Tarawih berjamaah pada malam ke-29 bulan suci Ramadhan, Rabu (18/03). Kegiatan ini diikuti dengan tertib dan penuh khidmat sebagai bagian dari program pembinaan keagamaan yang rutin dilaksanakan selama bulan Ramadhan.
Pelaksanaan Shalat Tarawih turut diisi dengan penyampaian tausiah oleh perwakilan dari Kementerian Agama Kota Bengkulu. Dalam ceramahnya, disampaikan bahwa salah satu tanda ibadah puasa Ramadhan diterima oleh Allah SWT adalah ketika amalan kebaikan yang dilakukan selama Ramadhan tetap berlanjut setelah bulan suci berakhir.
Lebih lanjut, dijelaskan bahwa Ramadhan seharusnya menjadi momentum untuk membentuk kebiasaan baru yang baik dan konsisten, seperti menjaga shalat tepat waktu, membaca Al-Qur’an, serta memperbanyak amal ibadah lainnya. Warga binaan juga diingatkan untuk tidak hanya menjadi “hamba Ramadhan”, yang giat beribadah hanya di bulan Ramadhan saja, melainkan menjadi “hamba Allah” yang senantiasa istiqamah dalam menjalankan ibadah sepanjang waktu.
Disampaikan pula bahwa setelah Ramadhan berlalu, masih terdapat sebelas bulan lainnya yang harus dijalani dengan semangat ibadah yang sama. Oleh karena itu, konsistensi dalam beribadah menjadi kunci utama dalam menjaga kualitas keimanan.
Kepala Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas IIB Bengkulu menyampaikan bahwa kegiatan tausiah ini merupakan bagian dari pembinaan kepribadian yang bertujuan menanamkan nilai-nilai religius serta membentuk karakter warga binaan agar lebih baik. Diharapkan, melalui pembinaan ini, warga binaan dapat menjadikan Ramadhan sebagai titik awal perubahan menuju kehidupan yang lebih positif dan penuh makna.





















