Bengkulu – Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas IIB Bengkulu kembali memfasilitasi pelaksanaan ibadah bersama bagi warga binaan yang beragama Kristen pada Senin (16/03). Kegiatan ini menjadi bagian dari program pembinaan kepribadian berbasis kerohanian sekaligus bentuk nyata pemenuhan hak beribadah bagi warga binaan.
Ibadah berlangsung dengan khidmat melalui rangkaian puji-pujian, pembacaan firman Tuhan, doa bersama, serta renungan yang sarat makna. Suasana yang penuh ketenangan dan penghayatan menjadikan momen ini sebagai ruang refleksi bagi warga binaan untuk semakin mendekatkan diri kepada Tuhan, menata kembali hati, serta menumbuhkan harapan akan masa depan yang lebih baik.
Kehadiran pembinaan kerohanian ini menjadi sarana penting dalam membangun kekuatan batin dan menanamkan nilai-nilai kebaikan. Bagi warga binaan, ibadah bukan hanya sekadar kegiatan rutin, tetapi juga menjadi pengingat bahwa setiap orang memiliki kesempatan untuk berubah, bertumbuh, dan memperbaiki diri dari masa lalu.
Pelaksanaan ibadah turut didampingi oleh Kepala Seksi Administrasi Keamanan dan Ketertiban (Kasi Adm Kamtib), Mona Jetrika Purba, bersama warga binaan, peserta magang, serta petugas yang beragama Kristen. Pendampingan tersebut dilakukan untuk memastikan kegiatan berjalan dengan aman, tertib, dan lancar sesuai ketentuan, sekaligus menjadi bentuk dukungan moral dalam proses pembinaan.
Melalui kegiatan ini, Lapas Perempuan Bengkulu terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pembinaan yang humanis, inklusif, dan berkelanjutan. Diharapkan, pembinaan kerohanian yang konsisten dapat membentuk warga binaan menjadi pribadi yang lebih baik, serta mempersiapkan mereka untuk kembali ke tengah masyarakat dengan semangat baru dan kontribusi positif.






















