Bengkulu – Dalam semangat berbagi di bulan suci Ramadhan, Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas IIB Bengkulu menggelar kegiatan pembagian takjil kepada masyarakat, Jumat (26/02). Kegiatan sosial ini dilaksanakan di depan kantor LPP Bengkulu dan dipimpin langsung oleh Kepala Lapas Perempuan Bengkulu, Suci Winarsih, bersama jajaran pegawai.
Petugas tampak antusias membagikan takjil kepada pengguna jalan, pengendara, serta masyarakat sekitar yang melintas. Aksi berbagi ini disambut hangat oleh warga yang merasa terbantu dengan adanya hidangan pembuka puasa tersebut.
Menariknya, takjil yang dibagikan kepada masyarakat tersebut merupakan hasil olahan langsung warga binaan LPP Bengkulu. Proses pembuatan dilakukan di dalam lapas sebagai bagian dari kegiatan pembinaan kemandirian, dengan pengawasan dan pendampingan penuh dari petugas. Hal ini tidak hanya menjadi wujud kepedulian sosial, tetapi juga sarana bagi warga binaan untuk mengasah keterampilan serta menumbuhkan rasa percaya diri melalui karya yang bermanfaat bagi masyarakat.
Kepala Lapas Perempuan Bengkulu menyampaikan bahwa kegiatan berbagi takjil ini merupakan wujud kepedulian dan komitmen LPP Bengkulu untuk terus hadir di tengah masyarakat, khususnya di bulan Ramadhan yang penuh berkah. Selain sebagai bentuk rasa syukur, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat hubungan silaturahmi antara jajaran pemasyarakatan dan masyarakat sekitar.
“Kegiatan ini adalah momentum untuk menumbuhkan rasa empati dan kebersamaan. Takjil yang dibagikan hari ini merupakan hasil karya warga binaan yang dipersiapkan dengan penuh semangat dan pengawasan petugas. Semoga apa yang kami bagikan dapat membawa manfaat dan keberkahan bagi kita semua,” ujarnya.
Suasana kegiatan berlangsung tertib dan penuh keakraban. Pegawai LPP Bengkulu turut berbaur langsung dengan masyarakat, mencerminkan nilai-nilai kebersamaan dan semangat berbagi yang menjadi bagian dari pembinaan karakter di lingkungan pemasyarakatan.
Melalui kegiatan ini, LPP Bengkulu berharap dapat terus menebarkan energi positif dan memperkuat citra pemasyarakatan sebagai institusi yang humanis serta peduli terhadap lingkungan sekitar, sekaligus menunjukkan bahwa pembinaan di dalam lapas mampu menghasilkan karya nyata yang bermanfaat bagi masyarakat luas.



















