Bengkulu – Menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bengkulu mencatat peningkatan signifikan pada penggunaan layanan Warung Telekomunikasi Khusus Pemasyarakatan (Wartelsuspas) oleh warga binaan. Layanan resmi yang dikelola petugas ini menjadi salah satu sarana komunikasi yang aman, terawasi, dan terjangkau bagi warga binaan untuk berinteraksi dengan keluarga mereka di momen-momen penting.
Kepala Lapas Bengkulu, Julianto Budhi Prasetyono, menyampaikan bahwa lonjakan penggunaan layanan komunikasi ini sudah diprediksi setiap memasuki akhir tahun. “Nataru selalu menjadi momen emosional bagi warga binaan. Karena itu, kami memastikan Wartelsuspas berjalan optimal agar mereka dapat tetap terhubung dengan keluarga melalui layanan yang aman dan legal,” ujar Kalapas.
Menurut data Seksi Pembinaan dan Seksi Kamtib, peningkatan penggunaan tercatat mencapai lebih dari 30 persen dibandingkan hari biasa. Petugas meningkatkan pengawasan, penjadwalan, serta kesiapan perangkat untuk mencegah antrean panjang dan memastikan kenyamanan layanan.
Layanan Wartelsuspas memberikan sejumlah manfaat penting bagi warga binaan dan keluarga, mulai dari menghadirkan komunikasi yang aman dan terawasi melalui sistem resmi yang mencegah penyalahgunaan alat komunikasi, hingga menawarkan tarif yang terjangkau sehingga tidak membebani keluarga. Menjelang momen Natal dan Tahun Baru, layanan ini juga berperan besar dalam memperkuat hubungan kekeluargaan, karena komunikasi menjadi kebutuhan emosional yang sangat dibutuhkan warga binaan. Selain itu, keberadaan Wartelsuspas turut mendukung program pembinaan, sebab interaksi yang baik dengan keluarga terbukti menjadi faktor positif dalam menjaga motivasi, perilaku, dan proses pemulihan sosial warga binaan.Salah satu keluarga warga binaan, Rina (38), menyampaikan rasa terbantunya dengan kehadiran layanan ini.
“Menjelang Natal, kami bisa lebih sering berkomunikasi. Anak-anak juga bisa menyapa ayahnya. Wartelsuspas sangat membantu kami tetap merasa dekat,” ujarnya.
Testimoni lainnya datang dari Hardi (45), yang mengaku lebih tenang karena ada layanan resmi yang bisa diakses secara rutin.
“Kami tidak khawatir soal keamanan. Layanannya jelas dan teratur. Setiap akhir tahun kami memang menunggu waktu untuk bisa berbicara lebih lama,” ungkapnya.
Kalapas menegaskan bahwa Lapas Bengkulu akan terus meningkatkan kualitas layanan Wartelsuspas sebagai komitmen menghadirkan pembinaan yang humanis, transparan, dan sesuai aturan.
“Komunikasi keluarga adalah hak warga binaan. Selama sesuai regulasi, kami pastikan layanan ini tersedia dengan baik,” tutup Julianto.






















