Mojokerto – Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Mojokerto Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Timur terus menghadirkan kegiatan pembinaan positif bagi warga binaan. Salah satunya melalui latihan hadroh yang dilaksanakan di Masjid At-Taubah Lapas Mojokerto, Rabu (4/2).
Kegiatan latihan hadroh ini diikuti oleh sejumlah warga binaan yang memiliki minat dan bakat di bidang seni musik islami. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung tertib serta tetap berada dalam pengawasan petugas. Latihan hadroh menjadi bagian dari pembinaan kepribadian berbasis keagamaan yang rutin dilaksanakan di Lapas Mojokerto. Selain sebagai sarana menyalurkan bakat, kegiatan ini juga bertujuan menumbuhkan nilai religius, kebersamaan, dan kedisiplinan.
Kepala Lapas Kelas IIB Mojokerto, Rudi Kristiawan, menyampaikan bahwa pembinaan keagamaan memiliki peran penting dalam proses pembinaan warga binaan. Melalui kegiatan latihan hadroh ini, diharapkan warga binaan dapat meningkatkan keimanan, menyalurkan bakat secara positif, serta membentuk karakter yang lebih baik.
Menurutnya, Lapas Mojokerto berkomitmen menghadirkan pembinaan yang berkesinambungan, baik dari aspek mental, spiritual, maupun keterampilan. Lingkungan lapas yang religius diharapkan mampu mendukung proses perubahan perilaku warga binaan.
Salah satu warga binaan berinisial U mengaku antusias mengikuti latihan hadroh tersebut. Ia menyampaikan bahwa kegiatan ini membuatnya merasa lebih tenang serta menambah keterampilan dalam bidang seni islami.
Melalui kegiatan latihan hadroh ini, Lapas Mojokerto Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Timur berharap pembinaan keagamaan dapat terus berjalan optimal serta memberikan dampak positif bagi warga binaan sebagai bekal dalam menjalani kehidupan yang lebih baik di masa mendatang.






















