Arfa Makmur – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Arga Makmur terus menunjukkan komitmennya dalam memenuhi hak dasar Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), khususnya dalam penyediaan makanan yang layak, sehat, dan sesuai standar. Hal tersebut diwujudkan melalui kegiatan penerimaan, pengolahan, dan distribusi bahan makanan (BAMA) yang dilaksanakan pada Selasa, 13 Januari 2026, bertempat di Dapur Umum Lapas Kelas IIB Arga Makmur.
Kegiatan dimulai sejak pukul 06.30 WIB dengan proses penerimaan bahan makanan oleh petugas dapur. Setiap bahan makanan yang masuk terlebih dahulu dilakukan pemeriksaan secara menyeluruh, meliputi kualitas, jumlah, serta kesesuaian dengan daftar kebutuhan dan standar gizi yang telah ditetapkan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh bahan makanan yang akan diolah aman dikonsumsi dan memenuhi kebutuhan gizi WBP.
Selanjutnya, proses pengolahan makanan dilaksanakan oleh petugas dapur bersama tamping dapur sesuai dengan menu harian yang telah ditentukan. Proses memasak dilakukan dengan memperhatikan aspek kebersihan, kesehatan, dan keamanan pangan, serta berada di bawah pengawasan petugas pengamanan guna menjamin ketertiban dan keamanan selama kegiatan berlangsung.
Setelah makanan siap, pendistribusian dilakukan secara bertahap sesuai jadwal makan WBP, yakni pada pukul 08.00 WIB, 11.00 WIB, dan 16.00 WIB. Distribusi makanan dilakukan secara merata dan sesuai dengan jumlah serta ketentuan yang berlaku, sehingga seluruh WBP memperoleh haknya tanpa terkecuali.
Seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari penerimaan BAMA, pengolahan, hingga pendistribusian makanan kepada WBP, berjalan dengan aman, tertib, lancar, dan kondusif. Pelaksanaan kegiatan ini juga telah sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku, sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas pelayanan pemasyarakatan.
Kepala Lapas Kelas IIB Arga Makmur, Yulian Fernando, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata komitmen Lapas Arga Makmur dalam memberikan pelayanan yang layak, manusiawi, dan berstandar kepada Warga Binaan Pemasyarakatan. Ke depan, pihaknya juga terus membuka ruang untuk menerima arahan dan petunjuk pimpinan guna meningkatkan kualitas pelayanan pemenuhan kebutuhan dasar WBP secara berkelanjutan.
























