BENGKULU — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bengkulu mengikuti kegiatan Evaluasi Survei Persepsi Anti Korupsi dan Survei Persepsi Kualitas Pelayanan (SPAK–SPKP) yang diselenggarakan secara daring oleh Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Senin (24/11). Kegiatan ini diikuti oleh satuan kerja seluruh Indonesia melalui platform Zoom Meeting.
Dalam pelaksanaan tersebut, Lapas Bengkulu menugaskan operator aplikasi STARApp Survei 3A, Annisa Amalia, sebagai peserta. Kehadiran operator menjadi bagian dari upaya pemetaan tindak lanjut hasil survei serta penyamaan persepsi terkait standar pelayanan publik di lingkungan pemasyarakatan.
Evaluasi berlangsung selama dua hari, 24–25 November 2025, dengan agenda penyampaian materi oleh Kementerian PAN-RB, Ombudsman RI, serta pihak perbankan sebagai narasumber praktik layanan prima. Forum ini juga menjadi ruang pembahasan strategi penanganan sentimen negatif pada hasil survei dan penguatan mekanisme laporan masyarakat.
Melalui keikutsertaan ini, Lapas Kelas IIA Bengkulu menegaskan komitmennya dalam mendukung reformasi birokrasi dan pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi serta Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani. Evaluasi SPAK–SPKP menjadi langkah penting memastikan kualitas layanan berjalan konsisten, terukur, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat.


























