Bengkulu — Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Bengkulu resmi membuka kegiatan Pesantren Kilat Ramadhan 1447 Hijriah/2026 Masehi sebagai bagian dari upaya pembinaan kepribadian dan penguatan nilai-nilai keagamaan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Kegiatan pembukaan berlangsung pada Jumat (20/2/2026) pukul 10.00 WIB di lingkungan Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Bengkulu.
Pembukaan Pesantren Kilat Ramadhan tersebut dilaksanakan oleh Kepala Subseksi Bimbingan Kemasyarakatan dan Perawatan (Bimkemaswat), Fardan Kristinady, didampingi petugas Subseksi Bimbingan Kemasyarakatan, serta menghadirkan penceramah Ustadz Ahmad Suhail dari Yayasan Hidayatullah Bengkulu.
Rangkaian acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan sambutan Kasubsi Bimkemaswat yang sekaligus membuka secara resmi kegiatan Pesantren Kilat Ramadhan 1447 H. Dalam sambutannya, Fardan Kristinady menekankan pentingnya memanfaatkan momentum bulan suci Ramadhan sebagai sarana meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.
Ia berharap seluruh Warga Binaan Pemasyarakatan dapat mengamalkan ilmu dan nilai-nilai keagamaan yang diperoleh selama mengikuti pesantren kilat, sehingga mampu membawa perubahan positif dalam sikap dan perilaku, baik selama menjalani masa pembinaan maupun setelah kembali ke masyarakat.
Pesantren Kilat Ramadhan 1447 H Lapas Kelas IIA Bengkulu mengusung tema “Dengan Semangat Ramadhan 1447 H Mari Kita Sholat Khusyuk dan Membaca Al-Qur’an, Niscaya Allah Akan Memperbaiki Hidup Kita.” Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 200 orang Warga Binaan Pemasyarakatan dan akan berlangsung mulai 19 Februari hingga 12 Maret 2026.
Dalam pelaksanaannya, Lapas Kelas IIA Bengkulu menjalin kerja sama dengan sejumlah lembaga keagamaan, antara lain Yayasan Hidayatullah, Al-Fidah, Kenzi, dan Ikmi Bengkulu. Seluruh rangkaian kegiatan didampingi langsung oleh petugas Subseksi Bimbingan Kemasyarakatan guna memastikan pelaksanaan berjalan sesuai ketentuan.
Secara umum, kegiatan pembukaan Pesantren Kilat Ramadhan 1447 H di Lapas Kelas IIA Bengkulu berlangsung dengan lancar, aman, tertib, dan kondusif. Program ini diharapkan mampu meningkatkan pemahaman keagamaan Warga Binaan Pemasyarakatan serta menjadi bagian penting dalam proses pembinaan mental dan spiritual yang berkelanjutan.
Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Bengkulu, Julianto Budhi Prasetyono, menyampaikan komitmennya untuk terus mempertahankan dan meningkatkan kualitas pembinaan, khususnya di bidang keagamaan, sebagai bekal bagi Warga Binaan Pemasyarakatan menuju kehidupan yang lebih baik dan bermakna.





















