Bengkulu — Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bengkulu, Julianto Budhi Prasetyono, memimpin langsung kegiatan Penandatanganan Komitmen Bersama dan Pakta Integritas Pembangunan Zona Integritas (ZI) menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM), Kamis (05/02), di Aula Utama Lapas Bengkulu.
Kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen jajaran Lapas Bengkulu dalam memperkuat budaya kerja yang bersih, transparan, dan akuntabel, sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik kepada masyarakat serta warga binaan. Seluruh pejabat struktural, staf, dan perwakilan regu pengamanan turut hadir sebagai bagian dari deklarasi bersama pembangunan Zona Integritas.
Dalam arahannya, Kalapas Julianto menegaskan bahwa pembangunan ZI bukan sekadar pemenuhan administrasi, melainkan perubahan pola pikir dan budaya kerja seluruh petugas. Ia menekankan pentingnya integritas, profesionalisme, dan tanggung jawab dalam setiap pelaksanaan tugas.
“Komitmen ini harus diwujudkan dalam tindakan nyata. Tidak boleh ada lagi praktik yang menyimpang dari aturan. Pelayanan harus cepat, tepat, transparan, dan bebas dari pungutan liar. Kita ingin Lapas Bengkulu benar-benar menjadi satuan kerja yang bersih dan melayani,” tegasnya.
Penandatanganan Pakta Integritas ini juga mencerminkan kesiapan Lapas Bengkulu dalam memperkuat pengawasan internal, meningkatkan kualitas pelayanan berbasis standar operasional prosedur, serta membangun sistem kerja yang berorientasi hasil dan kepuasan masyarakat. Seluruh jajaran diingatkan untuk saling mengingatkan dan menjaga komitmen yang telah diikrarkan bersama.
Momentum ini diharapkan menjadi penguat semangat seluruh pegawai dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance) serta mendukung reformasi birokrasi di lingkungan pemasyarakatan. Dengan sinergi dan konsistensi, Lapas Bengkulu optimistis dapat meraih predikat WBK dan WBBM, sekaligus menghadirkan layanan pemasyarakatan yang semakin humanis dan berintegritas.






















