Bengkulu — Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bengkulu, Julianto Budhi Prasetyono, menandatangani Perjanjian Kerja Sama Jasa Transportir (Pengangkutan) Limbah Medis B3 Klinik Pratama Lapas Kelas IIA Bengkulu, Kamis (05/02) di Aula Utama Lapas Bengkulu. Kegiatan tersebut menjadi langkah strategis dalam mendukung peningkatan kualitas pelayanan kesehatan bagi warga binaan maupun petugas.
Dalam kegiatan tersebut, Kalapas didampingi Kepala Seksi Bimbingan Narapidana/Anak Didik (Binadik) serta Kepala Subseksi Bimbingan Kemasyarakatan dan Perawatan (Bimkemaswat) Lapas Bengkulu. Penandatanganan kerja sama ini menandai komitmen Lapas Bengkulu dalam memastikan pengelolaan limbah medis Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) dilakukan secara profesional, aman, dan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
Julianto Budhi Prasetyono menegaskan bahwa aspek kesehatan di dalam lapas merupakan bagian penting dari pemenuhan hak dasar warga binaan. Menurutnya, keberadaan Klinik Pratama Lapas tidak hanya berperan dalam pelayanan kuratif, tetapi juga preventif, sehingga pengelolaan limbah medis harus menjadi perhatian serius.
“Kerja sama ini merupakan bentuk tanggung jawab kami dalam menjaga standar kesehatan lingkungan. Limbah medis tidak boleh dikelola sembarangan karena berpotensi menimbulkan risiko kesehatan dan pencemaran. Dengan adanya pihak transportir resmi, proses pengangkutan hingga pemusnahan limbah dapat terjamin keamanannya,” ujarnya.
Melalui kerja sama ini, limbah medis seperti jarum suntik bekas, bahan habis pakai terkontaminasi, serta sisa tindakan medis lainnya akan diangkut oleh pihak berizin untuk selanjutnya diproses sesuai standar pengelolaan limbah B3. Langkah tersebut sekaligus mendukung terciptanya lingkungan lapas yang bersih, sehat, dan aman.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Lapas Bengkulu dalam meningkatkan mutu layanan Klinik Pratama, sejalan dengan komitmen reformasi birokrasi dan pembangunan zona integritas. Diharapkan, sistem pengelolaan limbah medis yang tertib dapat menunjang kualitas layanan kesehatan serta memberikan rasa aman bagi seluruh penghuni dan petugas Lapas Bengkulu.





















