BENGKULU — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bengkulu menghadiri Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) Triwulan IV Tahun 2025 tingkat Kota Bengkulu yang diselenggarakan di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bengkulu, Senin (08/12). Lapas Bengkulu diwakili oleh staf Registrasi, M. Naufal KB, yang hadir sebagai bentuk dukungan terhadap proses penyempurnaan data pemilih khususnya bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).
Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh perwakilan Lapas dan Rutan se-Kota Bengkulu, partai politik, serta berbagai stakeholder lainnya yang berperan dalam proses pemutakhiran data pemilih. Kehadiran lintas lembaga ini menegaskan pentingnya transparansi, koordinasi, dan akurasi dalam penyusunan daftar pemilih berkelanjutan.
Rapat pleno membahas hasil rekapitulasi data pemilih triwulan IV serta menerima masukan terkait perubahan data, penambahan pemilih baru, hingga validasi data dari masing-masing instansi. KPU Kota Bengkulu menekankan bahwa pemutakhiran data secara konsisten diperlukan untuk memastikan daftar pemilih tetap mencerminkan kondisi riil masyarakat, termasuk pemilih pada kategori khusus seperti warga binaan.
Kepala Lapas Kelas IIA Bengkulu, Julianto Budhi Prasetyono, menegaskan komitmen lembaga dalam menjamin hak pilih WBP. “Kami selalu memastikan bahwa pendataan pemilih di lingkungan Lapas dilakukan dengan benar dan transparan. Hak memilih adalah hak konstitusional, dan kami berkewajiban menjaga agar WBP yang memenuhi syarat tetap tercatat dengan baik,” tegasnya.
Ia juga menambahkan bahwa sinergi dengan KPU serta instansi lain harus terus diperkuat. “Koordinasi kami dengan KPU Kota Bengkulu berjalan dengan baik, dan ini harus terus dijaga. Setiap perubahan data WBP selalu kami sampaikan secara berkala, agar proses pemutakhiran data berlangsung akurat dan sesuai ketentuan,” ujar Kalapas.
Melalui partisipasi dalam rapat pleno ini, Lapas Bengkulu berharap proses pendataan pemilih dapat semakin komprehensif, akuntabel, dan mendukung penyelenggaraan pemilu yang inklusif serta berkualitas di Kota Bengkulu. Rapat ditutup dengan penyampaian catatan dan rekomendasi untuk pemutakhiran pada periode selanjutnya.

























