Bengkulu – Kegiatan Pelatihan Pembinaan Kemandirian di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bengkulu kembali berlanjut dengan penuh semangat. Pada hari ini, Jumat (28/11), para warga binaan pemasyarakatan (WBP) dijadwalkan fokus pada praktik pembuatan keripik tempe, salah satu produk pangan yang memiliki nilai jual tinggi dan peluang usaha menjanjikan.
Berlokasi di ruang bimbingan kerja, para peserta tampak antusias mengikuti instruksi mulai dari proses pembuatan, pemotongan tempe, peracikan bumbu, hingga teknik penggorengan dan penirisan minyak. Instruktur dari Yayasan Dharma Bhakti Kesejahteraan Sosial terus memberikan bimbingan detail mengenai standar higienitas, keakuratan rasa, serta cara menjaga tekstur tempe tetap garing.
Seluruh proses praktik dipantau langsung oleh jajaran petugas pembinaan dan keamanan Lapas Bengkulu untuk memastikan kegiatan berjalan tertib, aman, dan sesuai SOP. Pendampingan ini juga menjadi bagian dari upaya memastikan WBP mendapatkan pemahaman produksi yang berkualitas.
Ketua Yayasan Dharma Bhakti Kesejahteraan Sosial, Heti Hartati, menyampaikan bahwa keripik tempe merupakan salah satu produk yang paling diminati pasar karena mudah dibuat dan stabil permintaannya.“Jika dikelola dengan baik, keripik tempe bisa menjadi usaha rumahan yang berkelanjutan. Kami berharap keterampilan hari ini dapat menjadi bekal nyata bagi peserta,” ujar Heti.
Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIA Bengkulu, Julianto Budhi Prasetyono, kembali menegaskan komitmen Lapas Bengkulu dalam menghadirkan pelatihan yang bermanfaat dan aplikatif. “Kami ingin setiap warga binaan mendapatkan peluang untuk berkembang. Keterampilan sederhana seperti ini dapat menjadi modal penting saat mereka kembali ke masyarakat,” ungkap Julianto.
Pelatihan kemandirian aneka olahan pangan ini merupakan bagian dari program pembinaan kemandirian yang berlangsung selama 10 hari, dengan total 40 peserta WBP. Hasil produksi keripik tempe hari ini juga akan dievaluasi oleh instruktur untuk menilai kualitas rasa, kerenyahan, dan potensi kelayakan jual.
Dengan semangat belajar yang tinggi, Lapas Bengkulu terus mendorong pembinaan yang produktif dan berorientasi pada masa depan, sebagai langkah nyata mempersiapkan warga binaan agar mandiri secara ekonomi setelah bebas nanti.





















