Banda Naira, INFO_PAS – Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas III Bandanaira, Mikha, memamerkan hasil panen sayur sawi yang ditanam pada sistem polybag sebagai hasil pemberdayaan Warga Binaan dalam mendukung ketahanan pangan, Rabu (10/12).
”Ini bukan sekadar panen, tetapi bukti bahwa Warga Binaan bisa produktif. Mereka belajar bertani, mengelola lahan, hingga memanen hasilnya. Keterampilan seperti ini yang kita harapkan bisa menjadi bekal saat kembali ke masyarakat,” ujar Mikha.
Mikha menambahkan, program pertanian ini akan terus dikembangkan sebagai bentuk pembekalan keterampilan nyata bagi Warga Binaan.
”Kami ingin mereka memiliki skill yang bisa dimanfaatkan setelah bebas. Jadi tidak mulai dari nol, sudah ada pengalaman yang bisa dipraktikkan untuk hidup lebih mandiri,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Subseksi Pembinaan, Rustam Kasoor, menjelaskan bahwa hasil panen ini selanjutnya akan didistribusikan ke dapur Lapas sebagai pasokan bahan makanan Warga binaan melalui penyedia bahan makan. Selain itu, sebagian hasil panen akan dipasarkan dalam memenuhi permintaan pasar lokal dan memberikan kontribusi signifikan terhadap ketersediaan sayuran segar di wilayah Banda.
”Hasil panen ini akan kita serahkan ke dapur Lapas untuk diolah sebagai lauk makan bagi Warga Binaan kita. Selain itu, sebagian hasil panen juga akan kita jual ke masyarakat,” ujarnya.
Melalui panen tersebut, Lapas Bandanaira secara berkelanjutan membuktikan komitmennya dalam mendukung ketahanan pangan dan memberdayakan Warga Binaan. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa dengan pendidikan dan pelatihan yang tepat, Warga Binaan dapat berkontribusi positif dan membangun masa depan yang lebih baik. (Humas/LT)






















