Manna – Warga Binaan Rutan Kelas IIB Manna mengikuti kegiatan pembuatan kerajinan tangan dari tempurung kelapa sebagai wujud nyata dukungan terhadap produk UMKM Nasional. Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis, 2 April 2026, pukul 13.30 WIB di Rutan Kelas IIB Manna.
Kegiatan diawasi oleh Nopan, Petugas Pembimbing Kemandirian, dan Dedi Supriadi, Staf Kesatuan Pengamanan Rutan. Mereka memastikan bahwa proses pembuatan kerajinan tangan berjalan lancar dan aman.
Pembuatan Karya Kreasi dari Tempurung Kelapa tersebut bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dan kreativitas warga binaan, serta memberikan kontribusi pada pengembangan ekonomi lokal khususnya UMKM Nasional yang saat ini tengah digalakkan oleh Kemenimipas.
Dalam proses pembuatannya, tempurung kelapa dibentuk sedemikian rupa menjadi berbagai bentuk kerajinan, seperti gantungan kunci, hiasan dinding, asbak, dan lain-lain. Setelah dibentuk, tempurung kelapa diperhalus dengan amplas untuk menghilangkan tekstur kasar dan membuatnya lebih halus. Kemudian, dilakukan finishing dengan plitur atau cat untuk memberikan warna dan perlindungan pada kerajinan.
Kepala Rutan Manna, Muhamad Nur, menyampaikan bahwa kegiatan ini terlaksana baik dengan keadaan aman dan kondusif. “Kami berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara rutin untuk meningkatkan keterampilan warga binaan,” ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas hidup warga binaan dan mendukung produk UMKM Nasional.
Pemerintah, khususnya Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan RI melalui Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas), terus mendorong produktivitas warga binaan. Warga binaan tidak hanya menjalankan hukuman di lembaga pemasyarakatan/rutan, melainkan mereka dituntut untuk produktif dan ikut berkontribusi dalam mendukung Kebijakan Pemerintah dalam mendorong pertumbuhan UMKM Nasional. Dengan demikian, warga binaan dapat memiliki keterampilan yang berguna setelah selesai menjalani masa pidananya dan dapat kembali menjadi anggota masyarakat yang produktif.
Dengan demikian, Rutan Manna menunjukkan komitmennya dalam mendukung Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam meningkatkan kualitas hidup WBP dan mendukung pertumbuhan UMKM Nasional. “Kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kemandirian dan produktivitas warga binaan, serta meningkatkan kontribusi mereka terhadap perekonomian nasional,” kata Muhamad Nur.
Rutan Manna terus berupaya meningkatkan kualitas hidup warga binaan dan mendukung program pemerintah dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan komitmen dan kerja sama yang kuat, diharapkan warga binaan dapat menjadi anggota masyarakat yang produktif dan berkontribusi positif bagi bangsa dan negara.
(Tim Humas Rutama)

















