Bengkulu – Menyambut datangnya bulan suci Ramadan, kolaborasi antara peserta Retreat Merah Putih Angkatan VIII Pemerintah Provinsi Bengkulu dan Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Nurul Iman Lingkar Timur menggelar Kajian Spesial Jelang Ramadan di Masjid Nurul Iman, Jumat malam (6/2/2026).
Kegiatan ini diinisiasi oleh Aswandi, S.Pd., M.Pd, Pelaksana Harian (Plh) Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Bengkulu yang juga merupakan peserta Retreat Merah Putih Angkatan VIII serta Ketua RW 02 Lingkar Timur. Inisiatif tersebut menjadi wujud implementasi nilai-nilai Retreat Merah Putih yang menekankan pengabdian, kolaborasi, dan kebermanfaatan langsung bagi masyarakat.
Kajian mengangkat tema “Mengapa Ramadan itu Bulan Paling Istimewa?” dengan menghadirkan Ustadz K.H. Arham Arif, Pengasuh Pondok Pesantren Cabang Al-Fatah Makassar. Dimulai ba’da Isya, kegiatan ini diikuti antusias oleh jamaah Masjid Nurul Iman, masyarakat sekitar, serta peserta Retreat Merah Putih Pemprov Bengkulu.
Suasana masjid tampak khidmat dan penuh kebersamaan. Kehadiran unsur pemerintah daerah yang berbaur langsung dengan masyarakat dalam kegiatan keagamaan ini mendapat sambutan positif dari warga. Selain sebagai sarana penguatan spiritual, kajian ini juga menjadi ajang silaturahmi dan penguatan nilai sosial di lingkungan Lingkar Timur.
Aswandi menyampaikan bahwa kegiatan ini memberikan kesan mendalam bagi masyarakat dan menjadi bukti nyata bahwa program Retreat Merah Putih dapat diimplementasikan secara langsung di lingkungan warga. “Program Pak Gubernur Retreat Merah Putih di Masjid Nurul Iman sangat berkesan. Masyarakat sangat merasakan dampak positif dari kegiatan ini. Kami berharap ke depan terus ada jamaah gerak dan kegiatan keagamaan yang berkelanjutan di masjid ini,” ujar Aswandi.
Sementara itu, Wakil Ketua DKM Masjid Nurul Iman Lingkar Timur, Faisal Eriza, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang terjalin antara DKM dan peserta Retreat Merah Putih Angkatan VIII. Menurutnya, kegiatan ini memberikan semangat baru bagi jamaah dalam menyambut Ramadan. “Kami dari DKM Nurul Iman sangat mengapresiasi inisiatif peserta Retreat Merah Putih yang telah berkolaborasi dengan masjid. Kajian spesial jelang Ramadan ini sangat bermanfaat bagi jamaah untuk mempersiapkan diri secara spiritual, sekaligus memakmurkan masjid dengan kegiatan yang positif dan berkelanjutan,” ungkap Faisal Eriza.
Ia berharap sinergi antara DKM, masyarakat, dan pemerintah daerah dapat terus terjaga sehingga Masjid Nurul Iman tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat pembinaan umat dan kegiatan keagamaan yang berdampak luas.
Melalui kolaborasi Retreat Merah Putih dan DKM Nurul Iman Lingkar Timur, Pemerintah Provinsi Bengkulu bersama masyarakat menunjukkan komitmen bersama dalam membangun kehidupan keagamaan yang harmonis dan religius, khususnya dalam menyambut bulan suci Ramadan.(IH)

























