Pelataran, Palembang, (31/1/2026) – Pelaksanaan KKN Rekognisi di masjid dan TPA hadir sebagai bentuk nyata pengabdian mahasiswa yang berorientasi pada penguatan fungsi masjid secara menyeluruh, tidak hanya sebagai ruang ibadah ritual, tetapi juga sebagai pusat pendidikan dan pembinaan umat. Kegiatan ini dirancang dengan kesadaran bahwa masjid memiliki peran strategis dalam membentuk karakter masyarakat sejak usia dini, khususnya melalui pendidikan Al-Qur’an dan penanaman nilai-nilai akhlak islami. Oleh karena itu, program KKN Rekognisi ini diarahkan untuk menjawab kebutuhan nyata di lingkungan masjid dan TPA, baik dari sisi kualitas pembelajaran, kenyamanan fasilitas, maupun keberlanjutan budaya religius di tengah masyarakat.
Dari sisi tujuan, kegiatan ini menempatkan penguatan peran masjid sebagai fondasi utama. Masjid tidak hanya diposisikan sebagai tempat salat berjamaah, tetapi juga sebagai pusat pembelajaran Al-Qur’an yang hidup dan berdaya guna. Melalui keterlibatan mahasiswa, kualitas pembelajaran di TPA diupayakan meningkat, baik dalam aspek kemampuan membaca dan menulis Al-Qur’an, penguatan hafalan doa-doa harian, maupun penguasaan surat-surat pendek yang menjadi dasar ibadah anak-anak. Selain itu, kegiatan ini juga mengusung misi menumbuhkan kepedulian kolektif terhadap kebersihan dan kenyamanan masjid, karena lingkungan ibadah yang bersih dan tertata diyakini mampu mendukung kekhusyukan serta menanamkan rasa tanggung jawab bersama kepada jamaah sejak usia dini.

Bentuk kegiatan yang dilaksanakan menunjukkan pendekatan yang komprehensif dan saling terintegrasi. Mahasiswa terlibat langsung dalam proses pengajaran membaca dan menulis Al-Qur’an di TPA dengan metode yang menyesuaikan usia dan kemampuan anak-anak, sehingga pembelajaran berlangsung lebih efektif dan menyenangkan. Pendampingan hafalan doa harian dan surat-surat pendek dilakukan secara berkelanjutan, disertai pembinaan akhlak dan adab islami yang menekankan nilai sopan santun, kedisiplinan, serta penghormatan terhadap masjid sebagai rumah ibadah. Di luar kegiatan pendidikan, perhatian besar juga diberikan pada aspek kebersihan masjid melalui kegiatan menyapu dan mengepel lantai, membersihkan karpet, mimbar, serta tempat wudu, merapikan Al-Qur’an dan perlengkapan ibadah, hingga membersihkan halaman dan lingkungan sekitar masjid. Keseluruhan kegiatan ini dirancang tidak sekadar sebagai kerja fisik, tetapi sebagai media edukasi yang menanamkan nilai kebersihan sebagai bagian dari iman.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa memegang peran ganda yang strategis. Mereka hadir sebagai pendidik dan pendamping bagi anak-anak TPA, sekaligus sebagai penggerak kegiatan keagamaan yang mendorong partisipasi aktif jamaah dan pengurus masjid. Lebih dari itu, mahasiswa dituntut menjadi teladan dalam menjaga kebersihan, kedisiplinan, serta adab di lingkungan masjid, sehingga nilai-nilai yang diajarkan tidak berhenti pada tataran teori, tetapi tercermin dalam perilaku sehari-hari. Peran ini juga diperkuat melalui keterlibatan mahasiswa dalam membantu pengurus masjid menjalankan kegiatan rutin, yang secara tidak langsung membangun hubungan emosional dan kerja sama yang harmonis antara mahasiswa, pengelola masjid, dan masyarakat sekitar.
Manfaat dari kegiatan KKN Rekognisi ini dirasakan secara berlapis. Masjid menjadi lebih bersih, rapi, dan nyaman sehingga menciptakan suasana ibadah yang lebih khusyuk bagi jamaah. Anak-anak TPA mulai terbiasa menjaga kebersihan masjid dan lingkungan sekitarnya, tidak hanya karena diarahkan, tetapi karena melihat langsung contoh nyata dari mahasiswa. Kegiatan TPA pun berjalan lebih tertib dan kondusif, dengan sistem pembelajaran yang lebih terarah dan suasana yang mendukung proses internalisasi nilai-nilai keislaman. Bagi mahasiswa sendiri, kegiatan ini menjadi pengalaman pengabdian yang bernilai tinggi dan diakui secara akademik, sekaligus menjadi ruang pembelajaran sosial yang memperkaya kepekaan, kepemimpinan, dan tanggung jawab mereka sebagai calon intelektual muslim.

Lebih jauh, kegiatan ini juga membawa harapan jangka panjang bagi keberlanjutan fungsi masjid. Diharapkan terbentuk budaya menjaga kebersihan masjid yang terus hidup, tidak berhenti ketika program KKN selesai. Masjid diharapkan semakin aktif sebagai pusat kegiatan keagamaan dan sosial yang inklusif, ramah anak, dan berorientasi pada pembinaan umat secara berkelanjutan. Sinergi yang terbangun antara mahasiswa, pengurus masjid, dan masyarakat menjadi modal sosial yang penting untuk menjaga keberlangsungan program-program serupa di masa mendatang, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara luas dan berkesinambungan.
Kegiatan KKN Rekognisi ini dilaksanakan oleh mahasiswa yang terdiri dari Gusti Ajeng Agnesia (23041010102), Anisa Anggraini (23041450109), Mutiara Aprima Putri (23041010103), Ana Oktavia Nur Laily (23051420097), dan Syahra Fatma Nirmala (23051010129). Melalui kolaborasi dan komitmen bersama, mereka menghadirkan praktik pengabdian yang tidak hanya menjawab kebutuhan jangka pendek, tetapi juga menanamkan nilai-nilai fundamental tentang peran masjid, pendidikan Al-Qur’an, dan pentingnya kebersihan sebagai bagian dari kehidupan beragama.

























