Contact Us
Login
Logout
Pelataran
Leaderboard Satu Rumah
  • Berita Utama
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Nasional
  • Properti
  • SBTV
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Teknologi
    • Otomotif
    • English
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Pariwisata
    • Pendidikan
    • Product Review
    • Sorot
    • Sport
    • Event
    • Opini
    • Profil
  • Kirim Tulisan
    • Login
    • Account
    • Logout
Pelataran
  • Berita Utama
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Nasional
  • Properti
  • SBTV
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Teknologi
    • Otomotif
    • English
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Pariwisata
    • Pendidikan
    • Product Review
    • Sorot
    • Sport
    • Event
    • Opini
    • Profil
  • Kirim Tulisan
    • Login
    • Account
    • Logout
No Result
View All Result
Pelataran
No Result
View All Result
Home Internasional

Ketika “Perang Narkoba” Berubah Menjadi Konflik Militer di Karibia

Bozemann Farley Siahaan by Bozemann Farley Siahaan
2 December 2025
in Internasional
A A
0
The U.S. military is strengthening its Navy presence near Venezuela

The U.S. military is strengthening its Navy presence near Venezuela

867
SHARES
1.3k
VIEWS

Pergeseran Paradigma di Halaman Belakang Amerika

Sebagai mahasiswa yang mengamati dinamika politik Amerika Latin, apa yang terjadi di Karibia pada akhir tahun 2025 ini terasa seperti menonton bab buku teks sejarah yang sedang ditulis secara real-time. Kita tidak lagi berbicara tentang operasi polisi menangkap penyelundup; kita sedang melihat pergeseran fundamental doktrin keamanan Amerika Serikat.

Di bawah pemerintahan Presiden Trump, AS telah meluncurkan “Operation Southern Spear”. Ini bukan sekadar peningkatan patroli pantai. Dengan kehadiran kapal induk USS Gerald R. Ford dan ribuan personel militer di wilayah Komando Selatan (SOUTHCOM), Washington secara efektif mengubah narasi dari penegakan hukum kriminal menjadi operasi militer penuh. Pertanyaan besarnya adalah: Apakah ini benar-benar tentang narkoba, atau ini adalah regime change yang dibungkus ulang?

1. Narkoterorisme: Redefinisi Musuh

Langkah hukum paling signifikan—dan kontroversial—tahun ini adalah keputusan AS untuk tidak lagi memperlakukan kartel narkoba sebagai organisasi kriminal biasa, melainkan sebagai Organisasi Teroris Asing (FTO).

Pada November 2025, Departemen Luar Negeri AS secara resmi menunjuk Cartel de los Soles (Kartel Matahari) sebagai FTO. Yang membuat ini rumit secara diplomatis adalah definisi AS tentang kartel ini: mereka menganggapnya dipimpin langsung oleh Presiden Nicolás Maduro dan petinggi militer Venezuela.

  • Implikasi Analitis: Dengan melabeli struktur negara (presiden dan jenderal) sebagai “teroris”, AS menciptakan landasan hukum untuk menyerang aset negara Venezuela tanpa perlu deklarasi perang formal antar-negara. Ini adalah taktik “lawfare” (peperangan hukum) yang sangat agresif.

Reaksi Caracas tentu saja keras. Maduro menyebut tuduhan ini sebagai “fabrikasi konyol” dan mobilisasi untuk intervensi ilegal. Namun, bagi Washington, label ini melegitimasi penggunaan kekuatan militer mematikan yang biasanya dilarang dalam penegakan hukum sipil.

Kirim Berita Media Wanita

2. Kontroversi Hukum Humaniter: Kasus “Double-Tap”

Salah satu aspek paling meresahkan yang sedang ramai didiskusikan di kelas-kelas hukum internasional adalah laporan mengenai aturan pelibatan (Rules of Engagement) yang baru. Sejak September, serangan AS terhadap kapal-kapal yang diduga membawa narkoba telah menewaskan lebih dari 80 orang.

Isu ini memuncak ketika muncul tuduhan bahwa militer AS melakukan serangan kedua (double-tap) terhadap penyintas yang berpegangan pada puing-puing kapal setelah serangan pertama.

  • Perspektif Hukum: Pakar hukum perang seperti Michael Schmitt berpendapat bahwa menyerang kombatan yang sudah hors de combat (tidak berdaya) adalah pelanggaran jelas terhadap Hukum Humaniter Internasional, bahkan berpotensi dianggap kejahatan perang.
  • Pembelaan AS: Gedung Putih bersikeras bahwa laksamana yang bertugas bertindak dalam wewenangnya untuk “menghilangkan ancaman” sesuai hukum konflik bersenjata.

Ini menciptakan preseden berbahaya. Jika “perang melawan narkoba” kini mengikuti hukum perang (law of armed conflict), apakah berarti seluruh Karibia adalah zona tempur aktif?

3. Kebangkitan Hukum Kuno: Alien Enemies Act 1798

Baca Juga

perubahan iklim

Dampak Kekeringan dan Perubahan Iklim terhadap Kelaparan di Horn of Africa (2021–2023): Tantangan Ketahanan Pangan Global

27 November 2025
Kemiskinan, Kelaparan, dan Kekerasan terhadap Perempuan Meningkat di Sudan

Kemiskinan, Kelaparan, dan Kekerasan terhadap Perempuan Meningkat di Sudan

25 November 2025
IMG 20251118 WA0011

Dubes Pakistan Sampaikan Salam dan Harapan kepada Presiden Prabowo, Janji Kerja Sama di Seluruh Aspek

19 November 2025
2025 10 15 13 25 01

Pujian dari Pemimpin Dunia pada KTT Gaza Perkuat Citra Presiden Prabowo di Mata Dunia

15 October 2025

Di dalam negeri AS, kita melihat penggunaan instrumen hukum yang sangat tua: Alien Enemies Act tahun 1798. Undang-undang ini, yang dulunya digunakan saat perang, kini dipakai untuk menahan dan mendeportasi warga Venezuela yang diduga anggota geng Tren de Aragua tanpa proses pengadilan biasa.

Mahkamah Agung AS, dalam kasus Trump v. J.G.G., baru-baru ini memutuskan bahwa gugatan terhadap kebijakan ini harus dilakukan di distrik tempat penahanan (Texas), yang secara teknis mempersulit upaya hukum para tahanan. Bagi pengamat HAM, ini adalah erosi serius terhadap due process, di mana eksekutif memiliki kekuasaan hampir absolut dalam menentukan siapa “musuh” di masa damai.

4. Reaksi Global: Dunia Terbelah

Eskalasi ini tidak terjadi di ruang hampa. Reaksi internasional menunjukkan betapa terpolarisasinya dunia saat ini:

  • Rusia & China: Moskow tidak tinggal diam. Laporan intelijen mengindikasikan pendaratan pesawat kargo militer Rusia di Venezuela, membawa peralatan pertahanan untuk merespons ancaman AS. China, sementara itu, terus menjadi pembeli utama minyak Venezuela di pasar gelap, menjaga ekonomi Maduro tetap berdenyut meski ada sanksi.
  • Uni Eropa (UE): Posisi UE terlihat canggung. Kepala Kebijakan Luar Negeri UE, Kaja Kallas, menekankan bahwa penggunaan kekuatan harus sesuai Piagam PBB, sebuah kritik halus terhadap unilateralisme AS. Namun, UE tampak tidak memiliki daya tawar yang kuat untuk menghentikan eskalasi ini.
  • CARICOM (Karibia): Organisasi regional ini terpecah. Sementara sebagian besar negara ingin mempertahankan Karibia sebagai “Zona Damai”, negara seperti Republik Dominika justru memberikan akses pangkalan militer kepada AS, memicu ketegangan dengan tetangganya.

5. Dampak Ekonomi: Minyak dan Ketidakpastian

Pasar energi bereaksi dengan gugup. Harga minyak mentah (WTI) bergerak di kisaran $59 per barel, namun ada kekhawatiran nyata tentang “premi perang” jika selat Karibia tertutup. Chevron, perusahaan minyak raksasa AS, kini beroperasi di bawah lisensi yang sangat terbatas—hanya diperbolehkan melakukan pemeliharaan aset tanpa menyetor royalti ke rezim Maduro—sebuah strategi untuk mencekik pendapatan Caracas tanpa menghancurkan infrastruktur masa depan.

Kesimpulan: Di Ambang Batas

Situasi di Venezuela pada Desember 2025 ini mengajarkan kita bahwa batas antara “penegakan hukum” dan “perang” semakin kabur. Dengan menutup ruang udara Venezuela secara sepihak dan memobilisasi armada tempur, AS sedang menguji seberapa jauh doktrin preemptive strike bisa diterapkan pada aktor non-negara.

Bagi kita mahasiswa hubungan internasional, krisis ini adalah studi kasus sempurna tentang bagaimana hukum domestik (FTO, Alien Enemies Act) dapat dipersenjatai untuk tujuan kebijakan luar negeri yang agresif. Risiko terbesar saat ini adalah salah perhitungan (miscalculation): satu insiden kecil di laut bisa memicu konflik terbuka yang menyeret kekuatan besar lainnya.

 

Tags: karibiaKonflik Militer di KaribiaNarkoba
Share347Tweet217Share61Pin78SendShare
Banner Publikasi Press Release Gratis
Previous Post

Lapas Bandanaira Terima Bantuan Buku dari Perpusnas

Next Post

Cegah Gangguan Kesehatan, Rutan Bengkulu Gelar Pemeriksaan Rutin bagi Warga Binaan

Bozemann Farley Siahaan

Bozemann Farley Siahaan

Just an ordinary college Student at Universitas Cendrawasih that use this web to publish articles for project

Related Posts

perubahan iklim

Dampak Kekeringan dan Perubahan Iklim terhadap Kelaparan di Horn of Africa (2021–2023): Tantangan Ketahanan Pangan Global

27 November 2025
Kemiskinan, Kelaparan, dan Kekerasan terhadap Perempuan Meningkat di Sudan

Kemiskinan, Kelaparan, dan Kekerasan terhadap Perempuan Meningkat di Sudan

25 November 2025
IMG 20251118 WA0011

Dubes Pakistan Sampaikan Salam dan Harapan kepada Presiden Prabowo, Janji Kerja Sama di Seluruh Aspek

19 November 2025
2025 10 15 13 25 01

Pujian dari Pemimpin Dunia pada KTT Gaza Perkuat Citra Presiden Prabowo di Mata Dunia

15 October 2025
Next Post
WhatsApp Image 2025 12 02 at 10.59.12

Cegah Gangguan Kesehatan, Rutan Bengkulu Gelar Pemeriksaan Rutin bagi Warga Binaan

WhatsApp Image 2025 12 02 at 14.00.45 1

LPKA Kelas II Bengkulu Gelar Pelatihan Mengaji untuk Perkuat Pembinaan Rohani Anak Binaan

WhatsApp Image 2025 12 02 at 13.40.13

Perkuat Mitigasi, Rutan Bengkulu Jalin Koordinasi dengan BPBD Kota Bengkulu

1e6204fe f13d 4afe 9b14 ba1f5bd38ade

Rutan Bengkulu Tingkatkan Kesehatan dan Kekompakan Warga Binaan Melalui Pertandingan Voli Persahabatan

IMG 20251202 WA0040

Lapas Arga Makmur Jalin Koordinasi dengan Dinas Pariwisata Bengkulu Utara, Perkuat Pembinaan Kemandirian WBP

Please login to join discussion
Square Media Wanita

Berita Utama

WhatsApp Image 2026 01 22 at 19.35.45 1
Berita Utama

Panen Kacang Panjang Jadi Bukti Pembinaan Nyata di Lapas Bandanaira

by Redaksi Lapas Bandanaira
23 January 2026
0

Banda Naira, INFO_PAS - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Bandanaira kembali membuktikan keberhasilan program pembinaan kemandirian melalui kegiatan pertanian produktif....

Read moreDetails
WhatsApp Image 2026 01 12 at 14.19.12 1 768x512 1

Presiden Prabowo Perkuat Pembangunan SDM Lewat Sekolah Rakyat Terintegrasi

20 January 2026
PLN Terus Pulihkan Listrik Aceh, Crane Disulap Jadi Tower Darurat

PLN Terus Pulihkan Listrik Aceh, Crane Disulap Jadi Tower Darurat

29 December 2025
Lapas Bengkulu, Pembinaan Rohani, Penyuluh Agama, Warga Binaan, Masjid An-Nur, Kemenag Bengkulu, Mengaji Iqro, Tausiyah, Pembinaan Kepribadian, Bakti pada Orang Tua

WBP Dalami Iqro dan Al-Qur’an dalam Pembinaan Rohani Rutin Lapas Bengkulu

9 December 2025
Pascabencana Banjir Agam Kembali Menyala, Sistem Kelistrikan Sumbar Pulih 100%

Pascabencana Banjir Agam Kembali Menyala, Sistem Kelistrikan Sumbar Pulih 100%

7 December 2025
Rumah Prabu Half Page

Berita Terkait

IMG 20260126 WA0001

SDN Baturono Meriahkan Pameran Seni Rupa Bertema Ekologis di Gedung Korpri Lamongan

26 January 2026
images

Profil Bima Padriyan Putra: atlet basket sekaligus hafidz Qur’an yang lahir di Sumatra Barat

25 January 2026
WhatsApp Image 2026 01 25 at 13.04.19

Disarpus Kota Bengkulu Gelar Perpustakaan Keliling ke LPP Bengkulu

25 January 2026
1E28B946 3C8E 4273 B912 9EE697F427C0

Peran Mahasiswa KKN UIN Raden Fatah dalam Mendukung Perempuan Penggerak Ekonomi Keluarga melalui Usaha Tape Tradisional di Desa Modong

25 January 2026
6067829F EE11 4F9D B425 9D2064D8CCDD

Menjalin Komunikasi Wilayah, Kelompok 74 KKN UIN Raden Fatah Bersilaturahmi ke Kantor Camat Kelekar

25 January 2026
8D1F4A90 22CA 4B3F 8F25 795D89637BD0

Kolaborasi Kesehatan Desa: Kelompok 74 KKN UIN Raden Fatah Hadir di Tengah Layanan Posyandu Teluk Jaya

25 January 2026
Pelataran

Pelataran.com adalah portal media berita online yang terbuka untuk umum dan menerima kontribusi tulisan dari berbagai penulis. Tulisan yang dimuat dapat berupa berita, press release, opini, maupun bentuk tulisan lainnya.

Segala konten yang dipublikasikan di Pelataran.com merupakan tanggung jawab penuh dari masing-masing penulis. Hak cipta atas isi tulisan, gambar, maupun video yang ditayangkan di situs ini sepenuhnya menjadi milik penulis atau pengunggah konten.

Follow Us

Pelataran.com

Jika Anda merasa keberatan dengan adanya tulisan, gambar, atau video yang ditampilkan di situs ini karena alasan hak cipta atau alasan lainnya, silakan hubungi tim redaksi melalui email di:

📧 redaksi@pelataran.com

Kami akan segera meninjau dan menghapus konten yang dimaksud sesuai dengan kebijakan dan pertimbangan redaksi.

Penting!

Tulisan yang tidak disertai dengan foto atau gambar atau ilustrasi tidak akan dipublikasikan dan akan langsung dihapus oleh Redaksi. Gambar harus ada hubungannya dengan tulisan ya dan bukan foto selfie penulis

Pemberitahuan!

Pelataran.com adalah portal berita komunitas yang berpusat di Jakarta dan tidak memiliki kantor perwakilan dimanapun. Tulisan atau berita yang ada merupakan kontribusi penulis lepas dari seluruh Indonesia bahkan dari seluruh dunia. Hati-Hati dengan oknum yang meng-atas-nama-kan Pelataran.com dengan mengaku sebagai wartawan, karena kami tidak memiliki wartawan dan tidak mengeluarkan kartu pengenal wartawan atau Kartu Pers atau Press ID Card.

Iklan MC DSA Square
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Cyber
  • Syarat dan Ketentuan
  • Disclaimer
  • Mengapa Tulisan Belum Ditayangkan?
  • Contact Us

© 2023 Pelataran - Pres Rilis dan Berita

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Nasional
  • Properti
  • SBTV
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Teknologi
    • Otomotif
    • English
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Pariwisata
    • Pendidikan
    • Product Review
    • Sorot
    • Sport
    • Event
    • Opini
    • Profil
  • Kirim Tulisan
    • Login
    • Account
    • Logout
  • Login
  • Sign Up

© 2023 Pelataran - Pres Rilis dan Berita