*ARGA MAKMUR* – Komitmen menjaga keamanan dan ketertiban terus ditegaskan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Arga Makmur. Kepala Lapas, Yulian Fernando, memimpin langsung apel serah terima regu jaga pengamanan sebagai langkah penguatan deteksi dini dan pencegahan gangguan keamanan, sekaligus menegaskan komitmen *zero halinar* (handphone, pungli, dan narkoba) di lingkungan Lapas.
Apel yang digelar di halaman dalam Lapas ini berlangsung tertib dan penuh kesiapsiagaan. Kegiatan tersebut menjadi momentum penting dalam memastikan estafet tugas pengamanan berjalan optimal, akuntabel, serta sesuai dengan standar operasional prosedur yang berlaku.
Dalam amanatnya, Kalapas menekankan bahwa serah terima regu jaga bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan bagian krusial dari sistem pengamanan berlapis. Setiap petugas diminta meningkatkan kewaspadaan, memperkuat kontrol blok hunian, serta memastikan seluruh titik rawan dalam kondisi aman dan terkendali.
“Keamanan adalah fondasi utama dalam pelaksanaan pembinaan. Laksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab, tingkatkan deteksi dini, dan jangan beri ruang sedikit pun terhadap potensi gangguan kamtib,” tegasnya.
Selain itu, Kalapas kembali mengingatkan komitmen bersama dalam mewujudkan *zero halinar*. Ia menegaskan bahwa tidak boleh ada toleransi terhadap peredaran handphone ilegal, praktik pungutan liar, maupun penyalahgunaan narkoba di dalam Lapas. Seluruh jajaran diminta menjaga integritas dan tidak terlibat dalam pelanggaran sekecil apa pun.
Apel serah terima juga diisi dengan pengecekan kekuatan personel, kelengkapan administrasi jaga, laporan situasi blok hunian, serta kondisi sarana prasarana pengamanan. Dengan komunikasi yang jelas antarregu, diharapkan tidak terjadi celah informasi yang dapat berpotensi menimbulkan gangguan keamanan.
Melalui kegiatan ini, Lapas Kelas IIB Arga Makmur menegaskan komitmennya dalam menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang aman, tertib, dan bersih dari praktik terlarang. Penguatan disiplin dan soliditas regu pengamanan menjadi kunci dalam mendukung keberhasilan program pembinaan serta pelayanan publik yang profesional dan berintegritas.






















