Pelataran, Palembang, (9/2/2026) – Sejak beberapa tahun terakhir, tren minuman matcha telah bertransformasi dari sekadar ritual konsumsi teh menjadi bagian penting gaya hidup urban yang digemari generasi muda. Di tengah geliat kuliner ini, satu cerita menarik muncul dari kota Palembang, tempat seorang pelajar muda memadukan kreativitas, naluri bisnis, dan semangat komunitas ke dalam sebuah brand minuman yang tumbuh secara organik di tengah hiruk pikuk tren kekinian.
Jonathan Widharta Salim adalah pelajar berusia 17 tahun yang kini menjadi salah satu wajah di balik Momatcha, sebuah brand minuman matcha yang semakin dikenal oleh pelanggan di Palembang dan sekitarnya. Usaha tersebut bukan sekadar sampingan atau hobi semata, tetapi sebuah demonstrasi nyata bahwa generasi muda memiliki kapasitas untuk merintis dan menjalankan bisnis dalam ruang ekonomi kreatif yang kompetitif, serta memanfaatkan passion konsumen terhadap gaya hidup sehat dan trendi.
Momatcha sendiri adalah sebuah brand matcha yang menawarkan beragam varian minuman berbasis bubuk teh hijau matcha premium dengan sentuhan modern dan harga yang ramah bagi pasar lokal. Menu-menu yang dihadirkan mencakup berbagai kreasi minuman seperti Matcha Cloud dengan topping matchiato gurih, Coconut Matcha yang segar, serta variasi rasa seperti Strawberry Cream Matcha dan Choco Matcha, yang berhasil menarik perhatian pelanggan dan menciptakan pengalaman minum yang berbeda dari minuman kekinian biasa.

Produk-produk tersebut tidak hanya dipajang sebagai daftar menu di katalog penjualan, tetapi juga menjadi bagian dari identitas visual dan naratif yang disampaikan melalui media sosial dan kehadiran langsung dalam kegiatan-kegiatan komunitas kuliner lokal. Kehadiran Momatcha di sejumlah pusat perbelanjaan besar di Palembang, seperti Palembang Indah Mall, serta keikutsertaan pada berbagai stand komunitas, menjadi bukti bahwa brand ini mampu bersaing secara langsung dengan pilihan minuman kekinian lainnya yang hadir di kota ini.
Dari sisi produk, Momatcha tidak hanya sekadar menampilkan minuman matcha sebagai pilihan lain di antara banyaknya tren minuman modern. Varian yang diolah oleh brand ini menyuguhkan kombinasi rasa dan tekstur yang dirancang untuk mengakomodasi selera generasi muda: keseimbangan antara pahit khas matcha yang autentik dengan sensasi manis atau krim yang lembut, serta sensasi kesegaran yang cocok untuk cuaca tropis. Hal ini menunjukkan bahwa brand ini menyadari pentingnya pemahaman rasa dan preferensi konsumen lokal sebagai salah satu penentu keberhasilan usaha kuliner.
Perjalanan Momatcha juga memberi gambaran dinamika kewirausahaan muda yang adaptif terhadap perubahan sosial dan konsumsi. Keputusan Jonathan serta timnya untuk memasarkan minuman ini melalui kehadiran pada stand pameran dan workshop di ruang publik, seperti workshop di Palembang Icon Mall, serta pasar kreatif seperti Social Market Palembang dan event-event komunitas lainnya, memperlihatkan strategi pemasaran yang lebih dekat dengan konsumen. Pendekatan ini tidak hanya membuka peluang transaksi, tetapi juga membangun relasi emosional dengan pelanggan yang mencari pengalaman kuliner yang autentik dan personal.
Keterlibatan Jonathan dalam brand Momatcha juga menandai bagaimana generasi muda kini tidak lagi terpaku pada jalur konvensional dalam membangun masa depan, tetapi mulai mengeksplorasi ruang ekonomi kreatif sebagai arena aktualisasi diri dan pemenuhan ambisi. Dalam situasi di mana generasi milenial dan gen Z semakin selektif terhadap pilihan gaya hidup sehat, usaha minuman berbasis matcha menawarkan bukan hanya rasa, tetapi juga identitas hidup yang sejalan dengan tren hidup sehat dan estetika visual yang kuat.
Meski masih di usia sekolah, kehadiran Jonathan sebagai sosok pelajar yang berperan aktif dalam menjalankan dan mempromosikan usaha tersebut memberi inspirasi tersendiri. Ia bukan hanya menjadi penggerak di balik brand yang mulai dikenal, tetapi juga representasi nyata dari peluang yang terbuka luas bagi pelajar untuk berpikir kreatif dan berani mengambil risiko dalam ranah ekonomi mikro.
Kisah Momatcha, sebagaimana dijalankan oleh Jonathan, memperlihatkan bahwa tren minuman matcha di Indonesia bukan sekadar fenomena musiman semata, tetapi telah berkembang menjadi bagian dari ekosistem minuman modern yang relevan, terutama di kota-kota besar dan menengah seperti Palembang. Kesadaran akan pentingnya kredibilitas produk, pemahaman kebutuhan pasar, serta keberanian mengomunikasikan brand kepada publik menjadi kunci utama dalam perjalanan usaha ini.
Melalui Momatcha, Jonathan Widharta Salim telah menorehkan inspirasi yang lebih luas tentang peran generasi muda pada dinamika kewirausahaan lokal. Ia menunjukkan bahwa bahkan di usia muda, kombinasi antara inovasi produk, keberanian berusaha, serta pemahaman tren konsumen dapat menghasilkan karya yang tidak hanya produktif secara ekonomi, tetapi juga berkontribusi pada keragaman pilihan kuliner di kotanya sendiri.




















