Pelataran.Com//LAMONGAN – Menjelang datangnya bulan suci Ramadan, Wakil Kepala Perwakilan Wilayah (Kaperwil) Jawa Timur Media FORUM KOTA, Sunariyanto, mengimbau masyarakat Lamongan dan sekitarnya untuk meningkatkan kewaspadaan serta memperkuat kepedulian bersama dalam menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan.
Menurut Sunariyanto, Ramadan merupakan momentum sakral yang selalu disambut penuh antusias oleh umat Muslim di berbagai daerah di Jawa Timur. Namun di balik suasana religius dan meningkatnya aktivitas sosial masyarakat, terdapat potensi kerawanan yang perlu diantisipasi sejak dini, baik dalam aspek lalu lintas maupun keamanan lingkungan.
“Setiap menjelang Ramadan, aktivitas masyarakat cenderung meningkat signifikan, khususnya pada sore hari menjelang berbuka puasa dan malam hari setelah salat tarawih. Kondisi ini harus diimbangi dengan kewaspadaan agar situasi tetap aman dan kondusif,” ujar Sunariyanto.
Ia menjelaskan, di sejumlah wilayah Lamongan dan sekitarnya, pusat-pusat keramaian seperti pasar tradisional, kawasan pertokoan, sentra kuliner, hingga lokasi penjualan takjil musiman kerap dipadati warga. Lonjakan kendaraan roda dua dan roda empat dalam waktu bersamaan sering kali memicu kemacetan dan meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas.
Karena itu, masyarakat diminta untuk tetap disiplin mematuhi peraturan lalu lintas. Penggunaan helm berstandar nasional bagi pengendara sepeda motor, sabuk pengaman bagi pengemudi mobil, serta kepatuhan terhadap rambu dan marka jalan harus menjadi prioritas utama.
Sunariyanto juga mengingatkan agar pengendara tidak terburu-buru saat berkendara, terutama menjelang waktu berbuka puasa. Kondisi fisik yang lelah akibat berpuasa seharian dapat memengaruhi konsentrasi dan refleks saat berada di jalan.
“Keselamatan jauh lebih penting daripada kecepatan. Jangan memaksakan diri berkendara dalam kondisi kurang fokus. Jika merasa lelah atau mengantuk, sebaiknya beristirahat sejenak,” tegasnya.
Selain persoalan lalu lintas, ia turut menyoroti potensi meningkatnya tindak kriminalitas, terutama pencurian kendaraan bermotor (curanmor). Berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya di sejumlah daerah di Jawa Timur, momen Ramadan sering dimanfaatkan oleh oknum tertentu untuk melakukan aksi kejahatan dengan memanfaatkan kelengahan warga.
Warga Lamongan dan sekitarnya diimbau untuk memperketat pengamanan kendaraan pribadi. Penggunaan kunci ganda, alarm tambahan, atau pengaman cakram menjadi langkah preventif yang sangat dianjurkan. Selain itu, kendaraan sebaiknya diparkir di tempat yang terang, aman, dan berada dalam jangkauan pengawasan.
“Jangan parkir sembarangan, terutama saat salat tarawih atau ketika berbelanja kebutuhan berbuka. Pastikan kendaraan dalam kondisi terkunci dengan baik dan gunakan pengaman tambahan,” katanya.
Lebih lanjut, Sunariyanto mengajak masyarakat untuk mengaktifkan kembali sistem keamanan lingkungan (siskamling) serta meningkatkan intensitas ronda malam selama Ramadan. Menurutnya, keamanan bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat, melainkan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.
Ia juga mendorong koordinasi antara warga, tokoh masyarakat, dan aparat keamanan setempat agar setiap potensi gangguan kamtibmas dapat segera ditangani. Kepedulian untuk saling mengingatkan dan melaporkan hal-hal mencurigakan dinilai sebagai langkah konkret dalam menjaga stabilitas wilayah.
“Ramadan adalah bulan penuh berkah. Sudah seharusnya kita menyambutnya dengan suasana yang aman, nyaman, dan penuh kedamaian. Kebersamaan serta kepedulian sosial harus semakin diperkuat,” ujarnya.
Sebagai Wakil Kaperwil Jatim Media FORUM KOTA, Sunariyanto berharap masyarakat Lamongan dan wilayah sekitarnya dapat menjadikan Ramadan sebagai momentum untuk mempererat silaturahmi, meningkatkan ibadah, sekaligus menjaga ketertiban bersama.
Dengan sinergi antara masyarakat dan aparat keamanan, diharapkan suasana Ramadan di Lamongan dan sekitarnya tetap berjalan dengan aman, tertib, serta kondusif, sehingga seluruh warga dapat menjalankan ibadah dengan khusyuk dan tenang.


























