Mojokerto – Dalam rangka menyambut Hari Raya Idulfitri 1447 H, Lembaga Pemasyarakatan Mojokerto meningkatkan kegiatan razia sebagai langkah deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban. Kegiatan ini dilaksanakan dengan melibatkan jajaran pengamanan secara menyeluruh, Kamis (19/3).
Razia tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Pengamanan Lapas (KPLP) bersama jajaran regu pengamanan, yang menyasar kamar hunian warga binaan. Kegiatan ini dilakukan secara humanis namun tetap tegas, guna memastikan tidak adanya barang terlarang yang berpotensi mengganggu stabilitas keamanan di dalam lapas.
Kepala Lapas Mojokerto, Rudi Kristiawan, menegaskan bahwa peningkatan intensitas razia menjelang hari besar keagamaan merupakan langkah strategis untuk menjaga situasi tetap kondusif. “Kami berkomitmen menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang aman dan tertib, khususnya menjelang Idulfitri, di mana aktivitas warga binaan cenderung meningkat,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa razia ini juga merupakan bentuk implementasi dari arahan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan dalam upaya pencegahan gangguan keamanan. Selain itu, kegiatan ini sekaligus sebagai penguatan deteksi dini terhadap potensi pelanggaran di dalam lapas.
Dalam pelaksanaannya, Kepala Pengamanan Lapas turut memberikan arahan langsung kepada warga binaan agar senantiasa mematuhi aturan yang berlaku. Ia mengingatkan pentingnya menjaga ketertiban dan tidak menyimpan barang-barang yang dilarang di dalam kamar hunian.
Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan tertib dan lancar, serta mendapat respons kooperatif dari warga binaan. Petugas tetap mengedepankan pendekatan persuasif sehingga kegiatan razia tidak menimbulkan ketegangan di lingkungan lapas.
Melalui kegiatan ini, Lapas Mojokerto berharap dapat terus menjaga keamanan dan ketertiban, sekaligus memberikan rasa aman bagi seluruh warga binaan dalam menyambut Hari Raya Idulfitri 1447 H dengan suasana yang kondusif dan penuh kedamaian.





















