Lamongan – Menyambut bulan suci Ramadan 1447 H/2026, seluruh elemen perguruan silat dan beladiri di Kecamatan Deket, Kabupaten Lamongan, sepakat untuk bersatu padu menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Kesepakatan bersejarah ini difasilitasi oleh Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kecamatan Deket bersama unsur Forkopimcam, meliputi Polsek Deket, Koramil 0812/02 Deket, dan Pemerintah Kecamatan Deket.
Acara penandatanganan berlangsung di Pendopo Kantor Kecamatan Deket pada Minggu malam (22/2/2026). Dalam forum tersebut, sepuluh poin kesepakatan bersama dirumuskan sebagai pedoman bagi seluruh anggota perguruan selama Ramadan hingga perayaan Idul Fitri. Poin-poin tersebut mencakup sinergi dengan aparat keamanan, larangan konvoi dan provokasi di media sosial, koordinasi setiap kegiatan sosial seperti pembagian takjil, serta aturan tegas mengenai pemasangan banner dan penggunaan atribut perguruan.
Ketua IPSI Kecamatan Deket, Agus Supriyadi, menegaskan bahwa kesepakatan ini merupakan wujud nyata komitmen antarperguruan untuk menciptakan suasana yang aman, damai, dan kondusif. “Kami ingin Ramadan tahun ini menjadi momentum kebersamaan, bukan sebaliknya. Semua perguruan, termasuk yang hadir di sini, bertekad menghilangkan permusuhan dan mengedepankan persaudaraan,” ujarnya.
Salah satu perguruan yang aktif menyatakan dukungannya adalah Satria Tunggal Lamongan. Perwakilan perguruan beladiri tersebut turut membubuhkan tanda tangan dalam naskah kesepakatan dan berkomitmen untuk mengawal setiap poin di lingkungan internalnya. “Kami dari Satria Tunggal Lamongan siap bersinergi dengan Polri, TNI, dan seluruh komponen masyarakat. Anggota kami akan menjadi teladan dalam menjaga ketertiban, terutama di media sosial dan saat mengikuti kegiatan keagamaan,” ungkap perwakilan Satria Tunggal yang hadir.

Kapolsek Deket mengapresiasi langkah IPSI dan seluruh perguruan silat, termasuk Satria Tunggal Lamongan, yang telah menunjukkan kedewasaan dalam berorganisasi. Ia berharap kesepakatan ini tidak hanya menjadi dokumen seremonial, tetapi benar-benar diimplementasikan di lapangan.
Dengan adanya komitmen bersama ini, Kecamatan Deket diharapkan menjadi contoh sinergi positif antara organisasi kemasyarakatan dan aparat keamanan, sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadan dengan tenang dan khusyuk.
























