BENGKULU — Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Kelas IIA Bengkulu yang tergabung dalam Seksi Kegiatan Kerja kembali menunjukkan kemampuan dan kedisiplinan mereka melalui pembangunan podium pengibar bendera di lapangan upacara, Jumat (28/11).
Selama ini, petugas pengibar bendera harus turun sekitar 20 cm dari permukaan lantai sebelum mencapai posisi tepat di depan tiang bendera. Kondisi tersebut dinilai kurang ideal untuk pelaksanaan upacara, terutama dari sisi estetika, kerapian barisan, dan keselamatan petugas.
Menjawab kebutuhan itu, para WBP membuat podium permanen model lepas-pasang (modular stage) yang dapat digunakan sesuai kebutuhan upacara. Podium ini dirancang kokoh, presisi, namun tetap mudah dibongkar pasang karena lapangan juga difungsikan untuk kegiatan olahraga.
Pengerjaan tahap demi tahap diawasi langsung oleh petugas Seksi Kegiatan Kerja (Giatja). Mulai dari pengukuran ketinggian, pemotongan material, hingga proses perakitan dilakukan dengan teliti guna menjamin keamanan dan keawetan konstruksi.
Kepala Lapas Bengkulu, Julianto Budhi Prasetyono, mengapresiasi inisiatif dan keterampilan para WBP. Menurutnya, pembuatan podium ini tidak hanya meningkatkan kualitas sarana upacara, tetapi juga menjadi bentuk pembinaan kemandirian yang nyata dan bermanfaat.
“Kami dorong terus kegiatan yang membentuk keterampilan teknis, disiplin, dan rasa tanggung jawab. Hasil kerja ini akan digunakan seluruh warga Lapas, dan menjadi bukti bahwa pembinaan berjalan efektif,” ujarnya.
Dengan selesainya pembuatan podium pengibar bendera ini, pelaksanaan upacara di Lapas Bengkulu diharapkan menjadi lebih seragam, aman, dan tampak profesional.





















