Mojokerto – Lembaga Pemasyarakatan Mojokerto kembali menggelar kegiatan pembinaan kerohanian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) beragama Kristiani yang dilaksanakan di Aula Kunjungan. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pembinaan kepribadian guna memenuhi hak beribadah sekaligus memperkuat iman para warga binaan, Jumat (10/4)
Kegiatan pembinaan berlangsung dengan tertib dan penuh kekhusyukan. Para WBP mengikuti rangkaian ibadah mulai dari pujian, doa bersama, hingga penyampaian firman Tuhan dengan penuh penghayatan. Suasana ibadah yang hangat dan damai turut memberikan ketenangan batin bagi para peserta.
Pembinaan kerohanian kali ini dilayani oleh Yayasan Pondok Kasih Surabaya yang secara rutin memberikan pendampingan rohani bagi WBP Kristiani. Kehadiran tim pelayanan tersebut memberikan semangat baru serta motivasi spiritual bagi warga binaan.
Petugas Lapas Mojokerto turut melakukan pengawasan dan pendampingan selama kegiatan berlangsung guna memastikan situasi tetap aman, tertib, dan kondusif. Hal ini menjadi bagian dari komitmen lapas dalam menghadirkan pembinaan yang terstruktur dan berkelanjutan.
Kepala Lapas Mojokerto, Rudi Kristiawan, menyampaikan bahwa pembinaan kerohanian memiliki peran penting dalam membentuk karakter warga binaan menjadi pribadi yang lebih baik.
“Pembinaan kerohanian merupakan fondasi penting dalam proses pemasyarakatan. Kami berharap melalui kegiatan ini, warga binaan dapat memperkuat iman, memperbaiki diri, serta memiliki kesiapan mental dan spiritual saat kembali ke tengah masyarakat,” ujar Rudi.
Salah satu WBP mengungkapkan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia merasa kegiatan ibadah yang rutin dilaksanakan memberikan ketenangan serta harapan baru dalam menjalani masa pembinaan.
Melalui kegiatan pembinaan kerohanian yang dilaksanakan di Aula Kunjungan ini, Lapas Mojokerto terus berupaya menciptakan lingkungan yang humanis, religius, dan penuh toleransi, guna mendukung proses pembinaan yang menyeluruh bagi seluruh warga binaan.




















