Mojokerto – Lembaga Pemasyarakatan Mojokerto menggelar kegiatan pembinaan ibadah gereja bagi warga binaan yang beragama Nasrani di aula utama sebagai bentuk pemenuhan hak beribadah sekaligus penguatan pembinaan kepribadian, Minggu (1/3).
Kegiatan ibadah berlangsung dengan khidmat dan penuh sukacita. Warga binaan tampak mengikuti rangkaian pujian, doa, serta penyampaian firman Tuhan dengan tertib dan penuh penghayatan. Petugas lapas turut melakukan pengawasan serta pendampingan guna memastikan kegiatan berjalan aman dan kondusif.
Kepala Lapas Mojokerto, Rudi Kristiawan, menyampaikan bahwa pembinaan kerohanian merupakan bagian penting dalam proses pemasyarakatan. Menurutnya, pembinaan tidak hanya berfokus pada aspek kemandirian, tetapi juga pembentukan karakter dan penguatan iman.
“Kami berkomitmen memberikan hak beribadah kepada seluruh warga binaan sesuai keyakinannya. Melalui ibadah gereja ini, kami berharap mereka semakin mendekatkan diri kepada Tuhan, memperbaiki diri, dan mempersiapkan diri kembali ke masyarakat dengan pribadi yang lebih baik,” ujar Rudi.
Salah satu warga binaan mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas kesempatan yang diberikan. Ia mengaku kegiatan ibadah rutin di dalam lapas memberinya ketenangan batin serta semangat untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik.
“Ibadah ini sangat berarti bagi kami. Di sini kami belajar bersyukur, mengampuni, dan memperbaiki diri. Kami merasa diperhatikan dan diberi ruang untuk tetap bertumbuh dalam iman,” tuturnya.
Melalui pembinaan ibadah gereja yang rutin dilaksanakan di aula utama, Lapas Mojokerto berharap tercipta suasana yang harmonis, penuh toleransi, serta mendukung proses pembinaan yang humanis dan berkelanjutan bagi seluruh warga binaan.
















