Banda Naira, INFO_PAS – Suasana Ramadan hadirkan kehangatan yang berbeda di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Bandanaira. Melalui buka puasa bersama pada Kamis (5/3), pegawai dan Warga Binaan, baik muslim maupun nasrani merajut kembali rasa kebersamaan, menghadirkan nuansa kekeluargaan di tengah keterbatasan.
‎Kegiatan tersebut turut melibatkan peserta magang Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) dan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Lapas Bandanaira. Kehadiran mereka bukan sekedar membawa hidangan berbuka, tetapi juga membawa perhatian, empati, dan kepedulian yang begitu berarti bagi Warga Binaan.
‎Kepala Lapas Bandanaira, Abdul Samad Rumuar, menyampaikan bahwa Ramadan merupakan waktu yang tepat untuk merefleksikan diri sekaligus membangun hubungan yang lebih erat antara pegawai dan Warga Binaan.
‎”Buka puasa bersama ini bukan sekadar makan bersama, tetapi menjadi ajang mempererat silaturahmi dan menghadirkan suasana kekeluargaan agar Warga Binaan tetap semangat menjalani pembinaan,” ujarnya.
‎Samad menambahkan kegiatan ini juga menjadi penawar rindu bagi Warga Binaan yang biasanya menjalani Ramadan bersama keluarga di rumah.
‎”Kami berupaya menghadirkan suasana kekeluargaan agar mereka tetap merasakan hangatnya Ramadan meskipun dalam kondisi yang sederhana. Semoga kebersamaan ini menjadi penguat hati dan penumbuh harapan,” harapnya.
‎Sementara itu, Kepala Urusan Tata Usaha, Hendra Sahbudin, menekankan bahwa kegiatan buka puasa bersama ini juga menjadi sarana membangun karakter Warga Binaan.
‎”Dengan adanya buka puasa bersama ini harapannya tumbuh sikap saling menghargai perbedaan dan meningkatkan toleransi antar Warga Binaan, khususnya antara yang muslim dan nasrani. Ini sekaligus menjadi simbol kuatnya semangat toleransi di dalam lingkungan Pemasyarakatan,” ungkapnya.
‎Salah seorang Warga Binaan, Muklis, mengungkapkan rasa harunya merasakan suasana buka bersama yang hangat.
‎”Suasana ini mengingatkan kami pada keluarga di rumah. Kami merasa diperhatikan dan tidak dilupakan. Terima kasih atas kebersamaan yang sangat berarti ini. Buka bersama ini membuat kami semakin termotivasi untuk berubah dan menjadi pribadi yang lebih baik,” tuturnya.
‎Melalui kegiatan ini, Lapas Bandanaira mendorong terciptanya suasana pembinaan yang lebih humanis, dengan menempatkan nilai kebersamaan sebagai bagian penting dalam proses pembentukan karakter dan kesiapan kembali ke lingkungan sosial. (Humas/LT)
















