27 Februari 2026 – Bengkulu – Pemenuhan hak beragama menjadi salah satu bentuk komitmen pembinaan yang terus dijaga di Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Bengkulu. Hal ini dirasakan langsung oleh warga binaan Nasrani yang mengikuti kegiatan pembinaan rohani bersama Kementerian Agama Provinsi Bengkulu pada Jumat (27/2).
Kegiatan yang digelar di aula pelayanan tersebut berlangsung dengan suasana khidmat. Sejumlah warga binaan Nasrani mengikuti rangkaian ibadah yang dipandu oleh rohaniawan dari Kementerian Agama Provinsi Bengkulu serta penyampaian pesan moral dan penguatan iman menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut.
Salah satu warga binaan berinisial MR menyampaikan rasa syukurnya atas kesempatan yang diberikan. Menurutnya, meskipun sedang menjalani masa pidana, mereka tetap memperoleh ruang untuk menjalankan ibadah secara bersama-sama.
“Kami bersyukur masih bisa berdoa dan mendapatkan bimbingan rohani. Kegiatan seperti ini sangat berarti bagi kami untuk tetap memiliki harapan dan semangat menjalani hari-hari ke depan,” ujarnya usai kegiatan.
Ia menambahkan bahwa pembinaan kerohanian memberikan ketenangan batin sekaligus menjadi pengingat untuk terus memperbaiki diri. Bagi para warga binaan, ibadah bersama bukan hanya rutinitas, tetapi juga menjadi sarana refleksi dan pembentukan karakter.
Pelaksanaan kegiatan ini menunjukkan komitmen Rutan Bengkulu dalam menjamin hak-hak dasar warga binaan, termasuk hak untuk beribadah sesuai dengan keyakinan masing-masing. Dukungan dari pihak rutan serta kehadiran Kementerian Agama dinilai memberikan dampak positif bagi kondisi mental dan spiritual warga binaan.
Para peserta kegiatan juga mengungkapkan apresiasi atas perhatian yang diberikan. Mereka merasa tetap dihargai sebagai individu yang memiliki hak yang sama, meskipun tengah menjalani proses pembinaan.
Melalui pembinaan rohani yang rutin dilaksanakan, diharapkan warga binaan semakin termotivasi untuk memperbaiki diri dan mempersiapkan masa depan yang lebih baik setelah menyelesaikan masa pidana.




















