Bengkulu — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bengkulu kembali memfasilitasi kegiatan pembinaan kerohanian melalui ibadah rutin bagi warga binaan beragama Nasrani yang dilaksanakan di Gereja Getsmany Lapas Bengkulu, Rabu (28/01). Kegiatan ini menjadi bagian dari program pembinaan kepribadian guna memperkuat nilai spiritual dan moral warga binaan selama menjalani masa pidana.
Ibadah dipandu oleh Pdt. Pangarapen Sembiring, M.Th dari Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Bengkulu. Kegiatan ini turut didampingi oleh penyuluh agama Katolik dan Kristen Protestan dari Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Bengkulu sebagai bentuk sinergi pembinaan lintas instansi dalam pelayanan keagamaan di lingkungan pemasyarakatan.
Mengusung tema “Doa Syafaat Abraham kepada Allah”, ibadah menekankan makna kepedulian, kasih, serta keteladanan Abraham dalam memohonkan keselamatan bagi sesama. Dalam khotbahnya, Pdt. Pangarapen mengajak warga binaan untuk meneladani sikap Abraham yang penuh iman, rendah hati, serta memiliki kepedulian terhadap orang lain, sekalipun berada dalam kondisi yang penuh keterbatasan.
“Doa syafaat mengajarkan kita untuk tidak hanya berfokus pada diri sendiri, tetapi juga mendoakan orang lain. Di dalam setiap pergumulan, Tuhan tetap membuka jalan pemulihan bagi setiap orang yang mau datang dan berharap kepada-Nya,” pesan Pdt. Pangarapen dalam penyampaian firman.
Suasana ibadah berlangsung khidmat dan penuh penghayatan. Warga binaan mengikuti rangkaian pujian, doa, dan renungan dengan tertib. Kegiatan ini diharapkan mampu memberikan ketenangan batin, menumbuhkan harapan, serta memperkuat proses pembinaan mental spiritual warga binaan agar lebih siap kembali ke tengah masyarakat.
Pelaksanaan ibadah rutin keagamaan di Lapas Bengkulu merupakan wujud komitmen pemasyarakatan dalam memenuhi hak beribadah warga binaan sekaligus mendukung pembinaan kepribadian berbasis nilai keagamaan sebagai fondasi perubahan perilaku ke arah yang lebih baik.



















