Di era sekarang yang serba digital dan modern, tuntutan terhadap anak semakin tinggi dan sering menjadi tekanan bagi orang tua maupun anak sekolah. Karena setiap anak menjadi harapan orang tua untuk tumbuh menjadi pribadi yang berprestasi, cerdas, disiplin dan serba bisa, sehingga bisa dibilang menjadi pribadi yang sempurna. Dan dibalik semangat agar menciptakan generasi yang unggul muncul lah tekanan bagi anak yang disebut “Generasi yang dituntut sempurna” tekanan ini yang bisa datang dari sekolah maupun dari rumah dan seringkali anak kehilangan ruang untuk belajar secara sehat dan berkembang secara alami. Tuntutan orang tua terhadap anak yang keinginannya untuk melihat anaknya menjadi lebih baik dari orang tuanya, namun keinginan tersebut menjadi berlebihan sehingga menjadi tekanan bagi anak.
1. Standar Prestasi yang Semakin Tinggi
Kini sekolah mengharapkan para siswa untuk menguasi materi pelajaran, akan tetapi siswa juga aktif dalam kegiatan yang ada disekolah seperti lomba, ekstrakulikuler, dan lain sebagainya dan kini persaingan antarsiswa semakin kuat, bahkan dari usia anak masih dini. Nilai yang sempurna menjadi tolak ukur utama untuk anak menuju kesuksesan, sehingga anak tersebut akan merasa takut gagal dan menjadi terbebani yang harapan tersebut diluar kemampuan anak.
2. Tuntutan Orang Tua di Rumah
Kebanyakan orang tua yang menginginkan anaknya untuk menjadi pribadi yang lebih baik dari generasi sebelumnya. Dan ketika harapan orang tua diiringi dengan tekanan yang berlebihan seperti halnya, sering membandingkan dengan anak lain yang prestasinya lebih dari anaknya, menekan agar nilai anak tinggi setiap saat, atau sebagian orang tua mengisi waktu anak dengan berbagai les tanpa jeda sehingga membuat anak tersebut tidak ada waktu untuk bermain dan anak tersebut akan merasa bahwa cinta orang tuanya dan dukungan hanya datang ketika anak mendapatkan prestasi yang diinginkan orang tua atau kasih sayang yang bergantung pada pencapain prestasi anak.

3. Dampak Psikologis pada Anak
Tuntutan ini yang muncul bersamaan dari sekolah dan rumah akan menimbulkan dampak yangh serius bagi anak seperti:
a. Stres dan tekanan mental
Hal ini muncul ketika menjelang ujian atau gagal untuk mencapai target.
b. Rasa tidak percaya diri
Merasa dirinya yang selalu merasa kurang.
c. Hilangnya motivasi belajar
Kondisi ketika anak tidak memiliki dorongan atau semangat untuk melakukan kegiatan belajar. Sehingga anak tersebut aktivitas belajar terasa berat dan tidak semangat untuk belajar.
4. Pendidikan yang seimbang bukan sempurna
Pendidikan ini harusnya tidak mengarahkan anak untuk menjadi sempurna, akan tetapi mengenalkan diri mereka untuk mengembangkan potensi belajar dari kegagalan yang mereka alami. Dan memberikan anak untuk mencoba dari kesalahan bangkit kembali untuk tumbuh menjadi lebih mandiri dan tangguh. Peran sekolah dan orang tua harus menciptakan suasana belajar yang sehat, mengurangi fokus pada nilai anak agar tidak menekankan anak, memberikan apresiasi terhadap usaha anak, memberikan ruang waktu dan bermain anak dengan seimbang, karena anak memiliki hak untuk bermain dan istirahat, memilih minat mereka dan bakat yang mereka punyai jika tekanan Pendidikan terlalu berat masa anak anak yang harusnya penuh dengan keceriaan akan berubah menjadi persaingan yang beralansung tanpa henti.
SARAN
Anak tidak perlu dituntut untuk menjadi sempurna, anak perlu didukung setiap apa yang mereka capai dan selalu memberi motivasi. Dan mengurangi tekanan memberikan ruang bagi anak untuk belajar tanpa tekanan yang berlebihan dan bukan hanya membangun generasi yang berprestasi akan tetapi juga generasi yang Bahagia dan lebih percaya diri.

























