6 April 2026 Bengkulu – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Bengkulu kembali melakukan panen sayur pakcoy hasil dari lahan pertanian yang dikelola langsung oleh Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), Senin (6/4). Hasil panen langsung disalurkan ke dapur rutan untuk memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari para penghuni.
Kepala Rutan Bengkulu, Tomy Yulianto, menyampaikan bahwa program pertanian ini merupakan bagian dari pembinaan kemandirian yang rutin dijalankan. Selain memberikan keterampilan dan aktivitas positif bagi warga binaan, program ini juga mendukung ketahanan pangan internal rutan.
“Alhamdulillah, panen hari ini berjalan lancar. Semua ini berkat kerja keras warga binaan yang membuktikan mereka tetap bisa berkarya dan menghasilkan sesuatu yang bermanfaat meski sedang menjalani masa pidana,” ujar Tomy Yulianto.
Lahan pertanian di Rutan Bengkulu dikelola secara intensif memanfaatkan pekarangan yang tersedia. Sayur pakcoy dipilih karena mudah dibudidayakan, cepat panen, dan memiliki nilai gizi tinggi. Dalam waktu 30–40 hari sejak penanaman, sayuran sudah bisa dipetik dan langsung dikonsumsi di dapur rutan.
Tomy menambahkan bahwa program pertanian ini juga menjadi bagian dari implementasi 13 Program Akselerasi Menimipas. Ke depannya, Rutan Bengkulu berencana menanam berbagai jenis sayuran lain untuk memperluas variasi pangan sekaligus meningkatkan keterampilan warga binaan.
“Kami berharap program ini terus berjalan. Selain pakcoy, nantinya warga binaan bisa menanam sayuran lain sehingga lebih beragam. Lebih penting lagi, ilmu yang mereka peroleh dapat diterapkan ketika kembali ke masyarakat,” tegas Tomy Yulianto.























