28 Januari 2026 – Bengkulu – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Bengkulu terus berkomitmen dalam meningkatkan kualitas pembinaan kemandirian bagi warga binaan melalui kegiatan pelatihan keterampilan yang produktif dan bernilai ekonomi. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui pelatihan pembuatan sabun cuci piring berbasis Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang dilaksanakan pada Rabu (28/1) pukul 09.00 WIB di aula belakang Rutan Bengkulu.
Kegiatan pelatihan ini dihadiri langsung oleh Kepala Rutan Kelas IIB Bengkulu, yang turut memberikan dukungan dan motivasi kepada para warga binaan peserta pelatihan. Kehadiran Karutan menjadi bentuk perhatian dan komitmen pimpinan dalam mendorong program pembinaan kemandirian agar berjalan optimal dan berkelanjutan.
Pelatihan pembuatan sabun cuci piring ini bertujuan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan praktis yang dapat dikembangkan sebagai peluang usaha setelah selesai menjalani masa pidana. Produk sabun cuci piring dipilih karena memiliki nilai guna tinggi, proses pembuatan yang relatif sederhana, serta peluang pasar yang luas, khususnya dalam skala UMKM.
Dalam pelatihan tersebut, warga binaan diberikan pemahaman mengenai bahan-bahan dasar pembuatan sabun cuci piring, tahapan proses produksi, teknik pencampuran yang aman, hingga pengemasan produk agar memiliki nilai jual. Selain itu, peserta juga dibekali wawasan dasar mengenai pengelolaan usaha sederhana, termasuk perhitungan biaya produksi dan strategi pemasaran.
Kepala Rutan Kelas IIB Bengkulu dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program pembinaan kemandirian yang sejalan dengan tujuan pemasyarakatan, yaitu menyiapkan warga binaan agar mampu kembali ke masyarakat dengan keterampilan yang bermanfaat. Ia berharap pelatihan ini dapat menumbuhkan semangat berwirausaha serta meningkatkan kepercayaan diri warga binaan.
“Melalui pelatihan ini, kami ingin memberikan bekal nyata kepada warga binaan agar memiliki keterampilan yang dapat dimanfaatkan secara mandiri. Harapannya, ilmu yang diperoleh tidak hanya berhenti di sini, tetapi bisa dikembangkan menjadi usaha produktif,” ujarnya.
Warga binaan peserta pelatihan tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Mereka aktif bertanya dan terlibat langsung dalam praktik pembuatan sabun cuci piring, mulai dari tahap awal hingga produk siap digunakan.
Melalui pelatihan pembuatan sabun cuci piring berbasis UMKM ini, Rutan Bengkulu menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pembinaan yang edukatif, produktif, dan berorientasi pada pemberdayaan, guna menciptakan warga binaan yang mandiri dan siap berintegrasi kembali ke tengah masyarakat.






















