BENGKULU — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bengkulu terus menunjukkan komitmennya dalam menanamkan nilai kedisiplinan dan integritas kepada generasi muda yang tengah menjalani program magang. Pada Senin (08/12), seusai pelaksanaan apel pagi, jajaran Lapas Bengkulu memberikan penguatan Peraturan Baris-Berbaris (PBB) kepada para peserta magang Hub Kementerian Ketenagakerjaan sebagai bagian dari pembinaan mental dan karakter.
Kegiatan penguatan ini dipimpin oleh seorang alumni Taruna Politeknik Ilmu Pemasyarakatan (Poltekip) yang kini bertugas di Lapas Bengkulu. Dengan bekal pengalaman disiplin ketarunaan, pembina memberikan materi dasar PBB secara terstruktur, mulai dari sikap sempurna, penghormatan, perubahan arah, hingga koordinasi barisan. Seluruh materi disampaikan melalui kombinasi teori dan praktik langsung di lapangan, sehingga peserta magang dapat memahami setiap gerakan secara tepat dan terukur.
Kepala Lapas Kelas IIA Bengkulu, Julianto Budhi Prasetyono, menegaskan bahwa penguatan PBB bukan hanya persoalan baris-berbaris, tetapi bagian dari pembentukan karakter. “Kami ingin para peserta magang memahami bahwa disiplin adalah fondasi utama dalam dunia kerja. PBB menjadi media untuk membangun sikap mental, ketertiban, dan rasa tanggung jawab,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa pembinaan seperti ini penting untuk menyiapkan generasi muda yang beretika dan mampu bekerja secara profesional. “Jika sejak dini mereka sudah terbiasa dengan ketertiban dan kekompakan, maka kualitas kerja mereka ke depan akan jauh lebih baik,” imbuhnya.
Suasana latihan berlangsung tertib namun penuh antusiasme. Para peserta magang mengikuti setiap instruksi dengan sungguh-sungguh, menunjukkan semangat belajar serta upaya memperbaiki teknik gerakan sesuai arahan pembina. Selain meningkatkan kedisiplinan fisik, kegiatan ini dinilai mampu memperkuat kemampuan koordinasi, kerja tim, serta ketangguhan mental peserta magang.
Lapas Bengkulu menilai bahwa penguatan PBB adalah langkah penting dalam menanamkan nilai profesionalitas pada generasi muda. Melalui kegiatan ini, peserta magang diharapkan dapat membawa pengalaman positif dan prinsip kedisiplinan tersebut ke dunia kerja yang akan mereka masuki. Lapas Kelas IIA Bengkulu berkomitmen melanjutkan pembinaan serupa sebagai wujud kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di lingkungan pemerintahan maupun sektor lainnya.

























