Contact Us
Login
Logout
Pelataran
Leaderboard Satu Rumah
  • Berita Utama
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Nasional
  • Properti
  • SBTV
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Teknologi
    • Otomotif
    • English
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Pariwisata
    • Pendidikan
    • Product Review
    • Sorot
    • Sport
    • Event
    • Opini
    • Profil
  • Kirim Tulisan
    • Login
    • Account
    • Logout
Pelataran
  • Berita Utama
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Nasional
  • Properti
  • SBTV
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Teknologi
    • Otomotif
    • English
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Pariwisata
    • Pendidikan
    • Product Review
    • Sorot
    • Sport
    • Event
    • Opini
    • Profil
  • Kirim Tulisan
    • Login
    • Account
    • Logout
No Result
View All Result
Pelataran
No Result
View All Result
Home Lingkungan Hidup

Deforestasi di Indonesia: Antara Pertumbuhan Ekonomi dan Kelestarian Lingkungan

MUHAMMAD NABIL AL FAQIH by MUHAMMAD NABIL AL FAQIH
20 December 2024
in Lingkungan Hidup, Opini
A A
0
Picture1
880
SHARES
1.3k
VIEWS

Hutan di indonesia merupakan hutan terbesar didunia, sering kali hutan di indonesia mendapat julukan Paru-paru dunia dikarenakan fungsinya dalam menyerap karbondioksida dan menyimpannya dalam bentuk biomassa, namun, dikarenakan kerusakan yang ada pada berberapa lahan hutan di indonesia, fungsi ini dapat terganggu, Perkebunan merupakan salah satu penyebab penebangan hutan dan alihfungsi lahan, terutama perkebunan sawit.

Industri minyak sawit berperan dalam penghasil devisa tertinggi di indonesia yang banyak mengambil tenaga kerja hingga perkebunan kelapa sawit meluas lahannya. Diperkirakan bahwasannya deforestasi di indonesia 57% disebabkan oleh alih fungsi lahan menjadi perkebunan sawit dan 20% lainnya menjadi kebun untuk industri Pulp dan kertas (Ariana, 2017).

Deforestasi merupakan keadaan dimana luas hutan berkurang diakibatkan oleh banyak hal, salah satunya adalah alih fungsi lahan untuk perkebunan, pemukiman, infrastruktur dan lainnya. Dimana alih fungsi ini dapat menyebabkan pengurangan kawasan hutan alam yang membantu menyerap emisi karbon dioksida dan menurunkan daya penyimpanan biomassa, ditambah lagi dengan kejadian kebakaran hutan belakangan ini, hal ini dapat menyebabkan kenaikan suhu global dan perubahan iklim yang serius.

Dikarenakan itu, perlunya dikaji lebih lanjut mengenai deforestasi ini, sebelumnya, berberapa mahasiswa Universitas Sumatera Utara dari Mata kuliah Pekerja Sosial Internasional, Fakultas Kehutanan Program Studi Kehutanan yang terdiri dari Yusuf Setyo Anggroro (221201131), Hertha Denialty Marbun (221201148), Muhammad Nabil Al Faqih (221201153), dan Musa Prima Utama Simanullang (221201204). Kami akan mengkaji dan membahas lebih lanjut lagi mengenai Deforestasi ini.

Hutan VS Kebun Sawit

Picture3

Seperti yang kita ketahui, Perkebunan sawit sudah mengambil alih lahan hutan yang sangat besar, hampir 57% deforestasi disebabkan oleh alihfungsi lahan dari hutan menjadi sawit, namun kenapa hanya sawit yang diprostes menjadi masalah alih fungsi lahan, kenapa pulp dan kertas tidak?

Sawit (Elaeis guineensis) merupakan salah satu tumbuhan yang banyak dibudidayakan saat ini, dikarenakan sawit sebagai penghasil minyak yang banyak dan hampir digunakan oleh seluruh dunia, yaitu minyak goreng, dimana hal ini berakibat naiknya permintaan pasar terhadap Minyak kelapa sawit yang berujung kepada peningkatan pasokan dan lahan kelapa sawit. Dikarenakan hal tersebut, lahan perkebunan yang sudah ada tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan pasar, yang berakibat konversi lahan tambahan untuk perkebunan sawit, dengan pesatnya kebutuhan sawit tersebut menjadikan cepatnya alihfungsi lahan dari hutan alam menjadi kebun kelapa sawit.

Jelas, hal ini sangat berbeda dengan Industri Pulp dan kertas, dimana industri ini tidak berkembang dengan pesat, sehingga tidak terlalu memakan lahan dan tidak menyebabkan alih fungsi lahan yang besar seperti kelapa sawit, dan juga faktor tanaman yang digunakan dalam perkebunan Pulp sendiri termasuk tanaman kehutanan yang memiliki fungsi biologis mirip dengan tanaman hutan alam, sehingga hutan produksi seperti pulp dan kertas tetap dapat menjalankan fungsinya sebagai penyimpan biomassa.

Ekonomi dan Sawit

Indonesia sendiri merupakan negara penghasil komoditas sawit terbesar di dunia, sekitar 59% produksi kelapa sawit ada di indonesia diikuti oleh malaysia sebanyak 24% (Brin, 2024). Indonesia memiliki luas lahan kelapa sawit sebesar 16,38 juta ha dengan total produksi 46,8 juta ton CPO. Ia memperlihatkan data Kementerian Pertanian, bahwa 73,83% dari jumlah nilai ekspor pertanian Indonesia berasal dari komoditas kelapa sawit.

Industri kelapa sawit memegang peran vital dalam perekonomian Indonesia. Pada tahun 2016, sektor ini menghasilkan ekspor senilai 16,9 miliar USD (sekitar Rp228 triliun), menjadikannya komoditas ekspor terbesar Indonesia, bahkan melampaui sektor migas. Indonesia sendiri mendominasi pasar sawit global dengan pangsa pasar 54% dan menyandang status sebagai produsen dan eksportir sawit terbesar di dunia.

Perkembangan industri sawit juga memberikan dampak signifikan terhadap lapangan kerja. Dalam kurun waktu 25 tahun (1990-2015), luas perkebunan sawit meningkat drastis dari 1,1 juta hektar menjadi 14,03 juta hektar. Pertumbuhan ini menciptakan lebih dari 16 juta lapangan kerja, terdiri dari 12 juta pekerja di sektor industri dan 4 juta petani swadaya.

Dari segi kesejahteraan, studi yang dilakukan PASPI (2014) dan World Growth (2011) membuktikan bahwa industri sawit berhasil mengurangi angka kemiskinan, terutama di daerah pedesaan. Para petani sawit tidak hanya memperoleh penghasilan lebih tinggi dibandingkan petani non-sawit, tetapi juga mengalami pertumbuhan pendapatan yang lebih cepat.

Sawit dan Deforestasi

Menurut pernyataan Bondan Andriyanu dari Sawit Watch, Indonesia mengalami konversi lahan yang sangat signifikan untuk perkebunan kelapa sawit. Setiap tahunnya, sekitar 500.000 hektar lahan pangan diubah menjadi perkebunan sawit. Untuk memberi gambaran, luas ini setara dengan hampir 700.000 lapangan sepak bola – sebuah perubahan yang sangat masif dalam penggunaan lahan.

Riset Sawit Watch pada tahun 2012 lebih spesifik menunjukkan bahwa 276.248 hektar hutan telah dikonversi menjadi perkebunan sawit. Angka ini mengindikasikan bahwa ekspansi kelapa sawit tidak hanya mengambil alih lahan pangan, tetapi juga kawasan hutan yang memiliki fungsi ekologis penting.

Baca Juga

menabung

Menabung sebagai Cara Pelan Anak Muda Merawat Masa Depan

20 January 2026
IMG 20260107 WA0040

Di Antara Status Korban dan Tersangka: Yak Widhi Membaca Kekerasan, Kekuasaan, dan Ujian Integritas Hukum

9 January 2026
IMG 20251216 WA0022

Tantangan dan Solusi dalam mewujudkan Pendidikan yang Berkualitas di Indonesia

19 December 2025
WhatsApp Image 2025 12 15 at 23.23.50 82f862b6

MBG di Susukan 01 Dorong Ekonomi Warga Lewat Lapangan Kerja dan UMKM Lokal

16 December 2025

Picture4

Dari data diatas ditemukan bahwasannya Angka deforestasi oleh perkebunan sawit sendiri sangat besar, sebanyak 30.000 hektare hutan dikonversi menjadi kebun sawit. Angka tersebut meningkat 36% dibandingkan dengan 22.000 hektare hutan yang dibuka pada tahun sebelumnya.

Picture2

Hal ini dapat menjadi perhatian dikarenakan semakin banyak Hutan yang dikonversi menjadi lahan sawit, maka hutan di dunia akan mengalami penurunan luas areal yang sangat signifikan, selain itu ekosistem dan biodiversitas hutan akan terganggu, dan juga menyebabkan kehilangan berberapa spesies endemik di indonesia akan berkurang atau mungkin menjadi punah, bencana alam juga akan sering terjadi, dikarenakan zona buffer akan semakin menipis mengakibatkan hutan dan alam tidak mampu lagi menahan bencana seperti banjir dan lain sebagainya.

Leaderboard Puteri Anak dan Puteri Remaja Banten 2026

Penutup

Sawit memang menjadi salah satu prospek ekonomi yang vital di indonesia, namun hal ini menyebabkan salah satu lahan penting, yaitu hutan terkena dampak yang sangat besar, dikarenakan itu, perkembangan industri sawit juga harus dibarengi oleh perawatan dan reboisasi kembali lahan hutan alam yang sudah gundul, sehingga hutan alam fungsinya dapat dipulihkan kembali. Selain itu, pemerintah juga harus berkontribusi dalam penegakan hukum, seperti memberantas perusahaan illegal yang membabat habis hutan dan membantu untuk memanajemen hutan sehingga dampak dari deforestasi tersebut dapat diminimalkan.

Artikel ini adalah publikasi Tugas MKWU Pekerja Sosial Internasional dengan Dosen Pengampu Fajar Utama Ritonga S.Sos., M.Kesos.

 

Share352Tweet220Share62Pin79SendShare
Leaderboard Satu Rumah
Previous Post

Krisis TPA: Sampah Meluap, Ancam Lingkungan dan Kesehatan di TPA Terjun, Medan Marelan

Next Post

Rusaknya Ekosistem Mangrove Akibat Gelombang Besar di Kawasan 1800 Konservasi Mangrove, Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deli Serdang

MUHAMMAD NABIL AL FAQIH

MUHAMMAD NABIL AL FAQIH

Related Posts

menabung

Menabung sebagai Cara Pelan Anak Muda Merawat Masa Depan

20 January 2026
IMG 20260107 WA0040

Di Antara Status Korban dan Tersangka: Yak Widhi Membaca Kekerasan, Kekuasaan, dan Ujian Integritas Hukum

9 January 2026
IMG 20251216 WA0022

Tantangan dan Solusi dalam mewujudkan Pendidikan yang Berkualitas di Indonesia

19 December 2025
WhatsApp Image 2025 12 15 at 23.23.50 82f862b6

MBG di Susukan 01 Dorong Ekonomi Warga Lewat Lapangan Kerja dan UMKM Lokal

16 December 2025
Next Post
WhatsAppImage2024 12 19at20.23.26 e54945291

Rusaknya Ekosistem Mangrove Akibat Gelombang Besar di Kawasan 1800 Konservasi Mangrove, Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deli Serdang

2E3F9D53 F341 4118 B289 538F021CE314

Kegiatan Penanaman Bambu

2024121918572924

Gerakan Pembersihan Pohon Sebagai Bentuk Perlindungan Terhadap Ekosistem Kota

bd23a32d 4312 48f2 a247 721bac6ff53f

Mahahiswa Unisri Surakarta Memberikan Aksi Penyuluhan Pada Anak Usia Dini

Mangrove

Peduli Iklim Peduli Mangrove: Solusi Penyerapan Karbon Untuk Menghadapi Perubahan Iklim

Please login to join discussion
Square Media Wanita

Berita Utama

WhatsApp Image 2026 01 22 at 19.35.45 1
Berita Utama

Panen Kacang Panjang Jadi Bukti Pembinaan Nyata di Lapas Bandanaira

by Redaksi Lapas Bandanaira
23 January 2026
0

Banda Naira, INFO_PAS - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Bandanaira kembali membuktikan keberhasilan program pembinaan kemandirian melalui kegiatan pertanian produktif....

Read moreDetails
WhatsApp Image 2026 01 12 at 14.19.12 1 768x512 1

Presiden Prabowo Perkuat Pembangunan SDM Lewat Sekolah Rakyat Terintegrasi

20 January 2026
PLN Terus Pulihkan Listrik Aceh, Crane Disulap Jadi Tower Darurat

PLN Terus Pulihkan Listrik Aceh, Crane Disulap Jadi Tower Darurat

29 December 2025
Lapas Bengkulu, Pembinaan Rohani, Penyuluh Agama, Warga Binaan, Masjid An-Nur, Kemenag Bengkulu, Mengaji Iqro, Tausiyah, Pembinaan Kepribadian, Bakti pada Orang Tua

WBP Dalami Iqro dan Al-Qur’an dalam Pembinaan Rohani Rutin Lapas Bengkulu

9 December 2025
Pascabencana Banjir Agam Kembali Menyala, Sistem Kelistrikan Sumbar Pulih 100%

Pascabencana Banjir Agam Kembali Menyala, Sistem Kelistrikan Sumbar Pulih 100%

7 December 2025
Rumah Prabu Half Page

Berita Terkait

IMG 20260126 WA0001

SDN Baturono Meriahkan Pameran Seni Rupa Bertema Ekologis di Gedung Korpri Lamongan

26 January 2026
images

Profil Bima Padriyan Putra: atlet basket sekaligus hafidz Qur’an yang lahir di Sumatra Barat

25 January 2026
WhatsApp Image 2026 01 25 at 13.04.19

Disarpus Kota Bengkulu Gelar Perpustakaan Keliling ke LPP Bengkulu

25 January 2026
1E28B946 3C8E 4273 B912 9EE697F427C0

Peran Mahasiswa KKN UIN Raden Fatah dalam Mendukung Perempuan Penggerak Ekonomi Keluarga melalui Usaha Tape Tradisional di Desa Modong

25 January 2026
6067829F EE11 4F9D B425 9D2064D8CCDD

Menjalin Komunikasi Wilayah, Kelompok 74 KKN UIN Raden Fatah Bersilaturahmi ke Kantor Camat Kelekar

25 January 2026
8D1F4A90 22CA 4B3F 8F25 795D89637BD0

Kolaborasi Kesehatan Desa: Kelompok 74 KKN UIN Raden Fatah Hadir di Tengah Layanan Posyandu Teluk Jaya

25 January 2026
Pelataran

Pelataran.com adalah portal media berita online yang terbuka untuk umum dan menerima kontribusi tulisan dari berbagai penulis. Tulisan yang dimuat dapat berupa berita, press release, opini, maupun bentuk tulisan lainnya.

Segala konten yang dipublikasikan di Pelataran.com merupakan tanggung jawab penuh dari masing-masing penulis. Hak cipta atas isi tulisan, gambar, maupun video yang ditayangkan di situs ini sepenuhnya menjadi milik penulis atau pengunggah konten.

Follow Us

Pelataran.com

Jika Anda merasa keberatan dengan adanya tulisan, gambar, atau video yang ditampilkan di situs ini karena alasan hak cipta atau alasan lainnya, silakan hubungi tim redaksi melalui email di:

📧 redaksi@pelataran.com

Kami akan segera meninjau dan menghapus konten yang dimaksud sesuai dengan kebijakan dan pertimbangan redaksi.

Penting!

Tulisan yang tidak disertai dengan foto atau gambar atau ilustrasi tidak akan dipublikasikan dan akan langsung dihapus oleh Redaksi. Gambar harus ada hubungannya dengan tulisan ya dan bukan foto selfie penulis

Pemberitahuan!

Pelataran.com adalah portal berita komunitas yang berpusat di Jakarta dan tidak memiliki kantor perwakilan dimanapun. Tulisan atau berita yang ada merupakan kontribusi penulis lepas dari seluruh Indonesia bahkan dari seluruh dunia. Hati-Hati dengan oknum yang meng-atas-nama-kan Pelataran.com dengan mengaku sebagai wartawan, karena kami tidak memiliki wartawan dan tidak mengeluarkan kartu pengenal wartawan atau Kartu Pers atau Press ID Card.

Iklan Guest Post
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Cyber
  • Syarat dan Ketentuan
  • Disclaimer
  • Mengapa Tulisan Belum Ditayangkan?
  • Contact Us

© 2023 Pelataran - Pres Rilis dan Berita

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Nasional
  • Properti
  • SBTV
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Teknologi
    • Otomotif
    • English
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Pariwisata
    • Pendidikan
    • Product Review
    • Sorot
    • Sport
    • Event
    • Opini
    • Profil
  • Kirim Tulisan
    • Login
    • Account
    • Logout
  • Login
  • Sign Up

© 2023 Pelataran - Pres Rilis dan Berita