13 November 2025 – Bengkulu — Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Bengkulu mengikuti Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Pedoman Strategi Branding Pemasyarakatan” yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) secara virtual. Kegiatan ini diikuti langsung oleh Kepala Rutan Bengkulu, Yulian Fernando, bersama seluruh jajaran struktural.
FGD tersebut menjadi wadah penting bagi seluruh insan Pemasyarakatan di Indonesia untuk merumuskan arah, strategi, serta langkah konkret dalam membangun citra positif lembaga Pemasyarakatan. Melalui forum ini, diharapkan terbentuk kesamaan pandangan mengenai pentingnya komunikasi publik yang efektif dan berkelanjutan di lingkungan Pemasyarakatan.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Mashudi, yang dalam sambutannya menekankan pentingnya peran komunikasi dalam membangun kepercayaan publik terhadap institusi Pemasyarakatan. Ia menyampaikan bahwa branding bukan hanya sekadar slogan, melainkan strategi menyeluruh yang mencerminkan nilai, tujuan, serta perubahan paradigma Pemasyarakatan dalam menjalankan fungsi pembinaan terhadap warga binaan.
“Pemasyarakatan bukan hanya lembaga yang menegakkan hukum, tetapi juga tempat di mana manusia dibina dan diberdayakan agar kembali menjadi anggota masyarakat yang produktif dan berdaya guna,” ujar Mashudi.
FGD ini juga menghadirkan sejumlah narasumber berpengalaman dari berbagai bidang komunikasi dan media nasional, di antaranya Chacha Annisa, Tenaga Ahli Utama Kantor Komunikasi Kepresidenan; Aiman Wicaksono, CEO iNews; Bahrul Wijaksana, Senior Advisor ADB-FMNJP; serta pakar komunikasi dari Indonesian Indikator.
Para narasumber memberikan berbagai perspektif tentang pentingnya strategi komunikasi publik yang adaptif di era digital, termasuk pengelolaan informasi, hubungan media, serta peran media sosial dalam membentuk persepsi masyarakat terhadap lembaga Pemasyarakatan.
Sementara itu Karutan Bengkulu, Yulian Fernando, menyatakan bahwa hasil FGD akan menjadi pedoman penting bagi pihaknya dalam mengembangkan strategi komunikasi di tingkat satuan kerja.
“Kegiatan FGD ini sangat bermanfaat bagi kami di satuan kerja. Melalui forum ini, kami mendapatkan banyak masukan dan perspektif baru terkait bagaimana membangun citra positif lembaga Pemasyarakatan melalui komunikasi yang lebih terbuka, humanis, dan strategis,” ujar Yulian.
Lebih lanjut, Yulian menambahkan bahwa Rutan Bengkulu berkomitmen untuk terus memperkuat fungsi pembinaan dan pemberdayaan warga binaan sebagai bagian dari upaya membangun kepercayaan publik. Ia juga menegaskan pentingnya sinergi antara seluruh pegawai Pemasyarakatan agar pesan dan nilai lembaga dapat tersampaikan secara konsisten kepada masyarakat.
“Kami akan mengimplementasikan hasil FGD ini sebagai panduan untuk memperkuat citra positif Rutan Bengkulu, dengan menonjolkan aspek pembinaan dan pemberdayaan warga binaan. Kami ingin masyarakat melihat bahwa Pemasyarakatan hadir untuk membina, bukan semata menghukum. Dengan komunikasi yang tepat, kami yakin kepercayaan publik terhadap lembaga Pemasyarakatan akan semakin meningkat,” pungkasnya.
























