Bengkulu – Lantunan shalawat menggema syahdu di Kantor Kelurahan Lingkar Timur saat Grup Rebana Ibu-Ibu Majelis Taklim Masjid Jamik Nurul Iman tampil menyambut kehadiran Ketua TP PKK Kota Bengkulu periode 2025–2030, Dian Fitriani Dedy Wahyudi.
Dengan irama rebana yang kompak dan penuh kekhidmatan, para ibu-ibu majelis taklim menghadirkan suasana religius yang hangat dan berkesan. Penyambutan tersebut menjadi momen istimewa, memadukan nilai budaya, spiritualitas, dan peran aktif perempuan dalam kehidupan sosial kemasyarakatan.
Penampilan rebana bukan sekadar hiburan seremonial. Lebih dari itu, ia menjadi bentuk syiar Islam yang santun serta simbol kebersamaan antara unsur masjid, masyarakat, dan pemerintah kelurahan.
Ketua Majelis Taklim Nurul Iman, Julita, menyampaikan rasa syukur atas kesempatan tersebut. Menurutnya, keterlibatan majelis taklim dalam kegiatan penyambutan ini adalah wujud kontribusi nyata perempuan dalam membangun lingkungan yang religius.
“Alhamdulillah, kami merasa terhormat bisa menyambut Ibu Ketua TP PKK Kota Bengkulu dengan lantunan shalawat. Ini bukan hanya penampilan seni, tetapi bentuk syiar dan doa agar setiap langkah pengabdian diberkahi Allah,” ujar Julita.
Ia juga menegaskan bahwa majelis taklim akan terus aktif dalam kegiatan sosial dan kemasyarakatan, tidak hanya dalam pengajian rutin, tetapi juga dalam momentum kebersamaan yang membawa nilai positif bagi lingkungan.
Wakil Ketua DKM Masjid Jamik Nurul Iman Lingkar Timur, Faisal Eriza, turut memberikan apresiasi atas kekompakan grup rebana tersebut. Ia menilai bahwa majelis taklim telah menunjukkan peran strategis perempuan sebagai penggerak kebaikan.
“Masjid harus hadir di tengah masyarakat. Lewat rebana dan shalawat, nilai-nilai religius bisa terasa dalam setiap kegiatan. Ini adalah wajah Islam yang menyejukkan,” ungkapnya.
Sementara itu, kehadiran Ny. Dian Fitriani Dedy Wahyudi disambut antusias oleh jajaran kelurahan dan masyarakat. Nuansa islami yang tercipta dari penampilan rebana memperkuat pesan bahwa pembangunan keluarga dan lingkungan harmonis tidak lepas dari peran perempuan yang aktif, religius, dan berdaya.
Shalawat pun berkumandang, mengiringi silaturahmi yang penuh makna—membawa harapan agar sinergi antara TP PKK, pemerintah kelurahan, dan elemen masjid semakin kuat demi kemajuan Kota Bengkulu yang religius dan harmonis.(IH)
























