Trenggalek — Kehidupan sederhana tidak menjadi penghalang bagi seorang gadis desa asal Kabupaten Trenggalek untuk meraih mimpi. Nazilatun Nikmah membuktikan bahwa kerja keras, konsistensi, dan kemauan belajar mampu membuka jalan menuju dunia muse atau model wedding.
Nazilatun tumbuh dalam lingkungan keluarga yang sederhana. Dalam kesehariannya, ia dikenal aktif dan mandiri. Selain membantu pekerjaan rumah, ia kerap mendampingi sang kakak yang berprofesi sebagai make up artist (MUA). Saat ada pekerjaan merias, Nazilatun sering membantu menyiapkan busana hingga mendampingi proses persiapan klien. Dari aktivitas tersebut, ia mulai mengenal dunia fashion dan tata rias secara langsung.
Meski demikian, ketertarikan Nazilatun menjadi muse tidak semata karena faktor keluarga. Ia mengaku memang memiliki minat pribadi untuk terjun ke dunia tersebut. Menurutnya, menjadi muse adalah kesempatan untuk menambah pengalaman, melatih kepercayaan diri, serta belajar tampil lebih baik di depan kamera.

Di luar aktivitas tersebut, Nazilatun memiliki hobi utama di bidang olahraga, yakni voli. Olahraga ini telah ia tekuni sejak duduk di bangku sekolah. Sejumlah prestasi pun berhasil ia raih. Saat SMP, Nazilatun meraih Juara 1 voli antar kecamatan secara berturut-turut. Prestasinya berlanjut dengan Juara 3 voli tingkat kabupaten, serta kembali meraih Juara 3 saat menempuh pendidikan di tingkat SMA, baik antar sekolah maupun antar klub.

Namun, perjalanan Nazilatun menuju dunia muse tidak lepas dari tantangan. Ia mengakui masih sering merasa kurang percaya diri atau insecure, terutama terkait penampilan dan kemampuan diri. Selain itu, ia juga menyadari perlu banyak belajar dalam hal pose, ekspresi, serta public speaking agar dapat tampil lebih percaya diri di depan kamera.

Meski menghadapi berbagai keterbatasan, Nazilatun memilih untuk terus belajar dan berproses. Ia percaya bahwa setiap pengalaman, baik di bidang olahraga maupun dunia modeling, menjadi bagian penting dalam membentuk mental dan karakter diri. Perjalanan Nazilatun menjadi gambaran bahwa mimpi dapat diraih oleh siapa saja, termasuk mereka yang berasal dari desa, selama disertai usaha dan ketekunan.


























