Contact Us
Login
Logout
Pelataran
Kirim Berita Media Wanita
  • Berita Utama
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Nasional
  • Properti
  • SBTV
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Teknologi
    • Otomotif
    • English
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Pariwisata
    • Pendidikan
    • Product Review
    • Sorot
    • Sport
    • Event
    • Opini
    • Profil
  • Kirim Tulisan
    • Login
    • Akun Saya
    • Tulisan Saya
    • Logout
Pelataran
  • Berita Utama
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Nasional
  • Properti
  • SBTV
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Teknologi
    • Otomotif
    • English
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Pariwisata
    • Pendidikan
    • Product Review
    • Sorot
    • Sport
    • Event
    • Opini
    • Profil
  • Kirim Tulisan
    • Login
    • Akun Saya
    • Tulisan Saya
    • Logout
No Result
View All Result
Pelataran
No Result
View All Result
Home Opini

Bertahan di Tengah Badai: Simulasi Dampak Perang Dunia III pada Mikro dan Makro Ekonomi”

Devi Nurul by Devi Nurul
15 May 2026
in Opini
A A
0
images 4
853
SHARES
1.2k
VIEWS

Dunia saat ini berada dalam fase ketidakpastian yang semakin kompleks. Ketegangan geopolitik antarnegara besar, konflik bersenjata di berbagai kawasan, hingga rivalitas ekonomi global telah menciptakan situasi yang tidak stabil. Banyak pengamat mulai mengaitkan kondisi ini dengan potensi terjadinya Perang Dunia Ketiga, sebuah skenario ekstrem yang dapat mengguncang seluruh tatanan global. Meskipun belum tentu terjadi dalam waktu dekat, bayang-bayang konflik global berskala besar sudah cukup untuk memicu dampak ekonomi yang signifikan, bahkan hingga ke negara berkembang seperti Indonesia.

Dalam konteks ini, sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menjadi salah satu yang paling rentan terdampak. Sebagai tulang punggung perekonomian nasional, UMKM memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas ekonomi dan menyerap tenaga kerja. Namun di sisi lain, keterbatasan sumber daya, akses modal, dan ketergantungan pada pasar serta bahan baku menjadikan UMKM sangat sensitif terhadap guncangan global. Oleh karena itu, penting untuk memahami bagaimana krisis global yang dipicu oleh konflik besar dapat memengaruhi keberlangsungan UMKM di Indonesia.

Tekanan Global dan Kerentanan UMKM

Dalam sistem ekonomi global yang saling terhubung, konflik berskala besar akan langsung berdampak pada stabilitas ekonomi dunia. Salah satu dampak paling nyata adalah terganggunya rantai pasok internasional. Banyak UMKM di Indonesia yang masih bergantung pada bahan baku impor atau distribusi lintas negara, sehingga ketika terjadi konflik, hambatan logistik dan kebijakan perdagangan dapat langsung memukul operasional mereka. Asgary, Ozdemir, dan Özyürek (2020) menegaskan bahwa UMKM merupakan sektor yang sangat rentan terhadap risiko global karena keterbatasan kapasitas dalam mengelola gangguan eksternal dan minimnya alternatif sumber daya.

Selain itu, konflik global juga memicu kenaikan harga komoditas seperti energi dan bahan baku industri. Kenaikan ini berdampak langsung pada biaya produksi UMKM yang pada umumnya memiliki margin keuntungan yang relatif kecil. Ketika biaya produksi meningkat, pelaku UMKM dihadapkan pada pilihan sulit antara menaikkan harga jual atau menanggung penurunan keuntungan. Dalam situasi daya beli masyarakat yang juga tertekan akibat inflasi, keputusan ini menjadi semakin kompleks. Ketimpangan dalam kemampuan menghadapi krisis juga memperburuk situasi, di mana perusahaan besar cenderung lebih mampu bertahan dibandingkan UMKM. Hal ini sejalan dengan temuan Chakraborty et al. (2024) yang menunjukkan bahwa paparan terhadap guncangan ekonomi global tidak merata dan cenderung lebih membebani pelaku usaha kecil.

Di Indonesia sendiri, UMKM memiliki posisi strategis sebagai penopang ekonomi domestik. Asror dan Bahiroh (2024) menekankan bahwa UMKM berperan penting dalam menjaga ketahanan ekonomi nasional, terutama saat terjadi krisis. Namun, ketahanan ini tidak bersifat otomatis, melainkan bergantung pada kemampuan adaptasi terhadap perubahan lingkungan ekonomi. Tanpa strategi yang tepat, tekanan global justru dapat melemahkan fondasi ekonomi berbasis UMKM.

Dampak Krisis terhadap Stabilitas Ekonomi UMKM

Krisis global yang dipicu oleh konflik besar tidak hanya berdampak pada sisi produksi, tetapi juga pada permintaan pasar. Ketika terjadi ketidakpastian ekonomi, masyarakat cenderung menahan konsumsi dan lebih fokus pada kebutuhan pokok. Hal ini menyebabkan penurunan permintaan terhadap produk UMKM, terutama yang bersifat non-esensial. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat mengganggu arus kas dan keberlanjutan usaha.

Selain itu, fluktuasi nilai tukar juga menjadi tantangan serius bagi UMKM. Depresiasi rupiah terhadap mata uang asing akan meningkatkan biaya impor bahan baku, sementara pada saat yang sama daya beli masyarakat menurun akibat inflasi. Kombinasi ini menciptakan tekanan ganda yang sulit diatasi oleh pelaku UMKM. Dalam situasi seperti ini, akses terhadap pembiayaan menjadi sangat penting. Namun sayangnya, ketidakpastian global juga membuat investor dan lembaga keuangan menjadi lebih berhati-hati dalam menyalurkan dana.

Hidayat (2023) menegaskan bahwa tanpa dukungan kebijakan yang kuat, UMKM akan kesulitan bertahan dalam menghadapi ancaman resesi dan krisis global. Regulasi yang mendukung, perlindungan terhadap fluktuasi pasar, serta kemudahan akses modal menjadi faktor penting dalam menjaga keberlangsungan UMKM. Tanpa intervensi yang tepat, krisis global berpotensi menyebabkan gelombang penurunan usaha kecil yang berdampak luas terhadap perekonomian nasional.

Strategi Adaptasi dan Peluang di Tengah Krisis

Meskipun menghadapi berbagai tantangan, UMKM tidak sepenuhnya berada dalam posisi pasif. Sejarah menunjukkan bahwa sektor ini memiliki tingkat fleksibilitas yang tinggi dalam beradaptasi dengan perubahan. Salah satu strategi yang terbukti efektif adalah pemanfaatan teknologi digital. Jatiputra (2022) menunjukkan bahwa adopsi e-commerce selama masa krisis dapat menjadi mekanisme coping yang membantu UMKM bertahan, terutama dalam memperluas pasar dan mengelola biaya operasional secara lebih efisien.

Selain digitalisasi, inovasi dalam model bisnis juga menjadi kunci penting. Qosidah (2025) menekankan bahwa pendekatan berbasis komunitas dapat meningkatkan ketahanan ekonomi, terutama dalam menghadapi krisis global. Kolaborasi antar pelaku UMKM memungkinkan terciptanya ekosistem yang saling mendukung, sehingga ketergantungan terhadap pasar global dapat dikurangi. Dalam konteks ini, penguatan ekonomi lokal menjadi strategi yang relevan untuk menghadapi ketidakpastian global.

Menariknya, krisis juga dapat membuka peluang baru bagi UMKM. Perubahan perilaku konsumen, misalnya, dapat menciptakan permintaan terhadap produk-produk tertentu yang sebelumnya kurang diminati. UMKM yang mampu membaca peluang ini dan beradaptasi dengan cepat justru dapat berkembang di tengah krisis. Namun, hal ini membutuhkan kemampuan analisis pasar, inovasi, serta keberanian dalam mengambil risiko.

Kesimpulan

Ancaman Perang Dunia Ketiga mungkin masih berada dalam ranah kemungkinan, tetapi dampak dari ketegangan global sudah mulai dirasakan secara nyata. Bagi Indonesia, sektor UMKM menjadi salah satu yang paling rentan terhadap guncangan ini, sekaligus memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional. Tekanan yang muncul, baik dari sisi produksi, distribusi, maupun penurunan daya beli masyarakat, menunjukkan bahwa krisis global dapat mempengaruhi seluruh aspek operasional UMKM secara signifikan.

Namun demikian, kondisi ini tidak serta-merta menempatkan UMKM sebagai pihak yang hanya terdampak. Dengan strategi yang tepat, UMKM justru memiliki peluang untuk bertahan dan berkembang di tengah ketidakpastian. Pemanfaatan teknologi digital, inovasi model bisnis, serta penguatan ekonomi berbasis lokal menjadi langkah strategis yang dapat meningkatkan daya tahan sekaligus daya saing UMKM.

Baca Juga

KEMITRAAN EKONOMI INDONESIA AUSTRALIA

IA-CEPA: Kerja Sama Ekonomi Indonesia dan Australia

15 May 2026
11

Pelemahan Rupiah di Rp17.500, Ekonomi Ingatkan Tekanan Inflasi

14 May 2026
INFLASI

Dampak Inflasi Terhadap Daya Beli Masyarakat dan Distribusi Pendapatan

14 May 2026
ilustrasi virus corona covid 19 3 169

Analisis Sinergi Ekonomi Mikro dan Makro dalam Menjaga Stabilitas Daya Beli Masyarakat Pasca Pandemi di Indonesia

14 May 2026

Di sisi lain, peran pemerintah tetap menjadi faktor kunci dalam menciptakan ekosistem yang mendukung. Kebijakan yang berpihak pada UMKM, kemudahan akses pembiayaan, serta perlindungan terhadap gejolak pasar akan sangat menentukan keberlangsungan sektor ini. Dengan sinergi antara pelaku usaha dan pemerintah, UMKM Indonesia memiliki potensi besar untuk tetap menjadi pilar utama perekonomian nasional, bahkan dalam menghadapi krisis global yang semakin kompleks dan tidak menentu.

Referensi:

Asgary, A., Ozdemir, A. I., & Özyürek, H. (2020). Small and medium enterprises and global risks: evidence from manufacturing SMEs in Turkey. International Journal of Disaster Risk Science, 11(1), 59-73. https://link.springer.com/content/pdf/10.1007/s13753-020-00247-0.pdf

Asror, R. K., & Bahiroh, E. (2024). Economy in Indonesia Domestic Economic Resilience Through UMKM. Indonesian Journal of Interdisciplinary Research in Science and Technology, 2(1). https://www.researchgate.net/publication/378046747_Economy_in_Indonesia_Domestic_Economic_Resilience_Through_UMKM

Chakraborty, A., Reisch, T., Diem, C., Astudillo-Estévez, P., & Thurner, S. (2024). Inequality in economic shock exposures across the global firm-level supply network. Nature Communications, 15(1), 3348. https://www.nature.com/articles/s41467-024-46126-w.pdf

Hidayat, W. (2023). Optimalisasi Ekonomi Kerakyatan Dalam Menghadapi Ancaman Resesi Melalui Pengaturan Hukum Bagi Umkm Dan Koperasi (Optimization of The Community Economy in Facing The Threat of Recession Through Legal Arrangements for SMEs and Cooperatives). Majalah Hukum Nasional, 53(2), 165-342. https://jdih.situbondokab.go.id/barang/buku/Majalah%20Hukum%20Nasional%20Volume%2053%20Nomor%202%20Tahun%202023.pdf

Jatiputra, J. C. (2022). ADOPSI E-COMMERCE PADA UMKM SELAMA MASA KRISIS: DENGAN PERAN MEDIATOR COST MANAGEMENT SEBAGAI COPING MECHANISM (Doctoral dissertation, Universitas Kristen Duta Wacana). https://repository.ukdw.ac.id/7307/1/12180273_bab1_bab5_daftar%20pustaka.pdf

Qosidah, N. (2025). The Role of Community-Based Business Model Innovation in Strengthening Economic Resilience after Global Crises. Dinamika: Jurnal Manajemen Sosial Ekonomi, 5(2), 242-253. https://journal.stiestekom.ac.id/index.php/dinamika/article/download/981/697

    Tags: ekonomimakroMikroUMKM
    Share341Tweet213Share60Pin77SendShare
    Leaderboard Puteri Anak dan Puteri Remaja Banten 2026
    Previous Post

    Pelemahan Rupiah di Rp17.500, Ekonomi Ingatkan Tekanan Inflasi

    Next Post

    IA-CEPA: Kerja Sama Ekonomi Indonesia dan Australia

    Devi Nurul

    Devi Nurul

    Related Posts

    KEMITRAAN EKONOMI INDONESIA AUSTRALIA

    IA-CEPA: Kerja Sama Ekonomi Indonesia dan Australia

    15 May 2026
    11

    Pelemahan Rupiah di Rp17.500, Ekonomi Ingatkan Tekanan Inflasi

    14 May 2026
    INFLASI

    Dampak Inflasi Terhadap Daya Beli Masyarakat dan Distribusi Pendapatan

    14 May 2026
    ilustrasi virus corona covid 19 3 169

    Analisis Sinergi Ekonomi Mikro dan Makro dalam Menjaga Stabilitas Daya Beli Masyarakat Pasca Pandemi di Indonesia

    14 May 2026
    Next Post
    KEMITRAAN EKONOMI INDONESIA AUSTRALIA

    IA-CEPA: Kerja Sama Ekonomi Indonesia dan Australia

    Please login to join discussion
    Square Media Wanita

    Berita Utama

    Kasus MRS Jadi Alarm Perlindungan Anak, Menteri PPPA: Jangan Ada Lagi Anak Terabaikan
    Berita Utama

    Kasus MRS Jadi Alarm Perlindungan Anak, Menteri PPPA: Jangan Ada Lagi Anak Terabaikan

    by Redaksi
    6 May 2026
    0

    Kasus MRS Jadi Alarm Perlindungan Anak, Menteri PPPA: Jangan Ada Lagi Anak Terabaikan Jakarta – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan...

    Read moreDetails
    Coretax Error! Wajib Pajak Siap-Siap Kena Denda 1 Juta

    Coretax Error! Wajib Pajak Siap-Siap Kena Denda 1 Juta

    24 April 2026
    WhatsApp Image 2026 01 22 at 19.35.45 1

    Panen Kacang Panjang Jadi Bukti Pembinaan Nyata di Lapas Bandanaira

    23 January 2026
    WhatsApp Image 2026 01 12 at 14.19.12 1 768x512 1

    Presiden Prabowo Perkuat Pembangunan SDM Lewat Sekolah Rakyat Terintegrasi

    20 January 2026
    PLN Terus Pulihkan Listrik Aceh, Crane Disulap Jadi Tower Darurat

    PLN Terus Pulihkan Listrik Aceh, Crane Disulap Jadi Tower Darurat

    29 December 2025
    Rumah Prabu Half Page

    Berita Terkait

    KEMITRAAN EKONOMI INDONESIA AUSTRALIA

    IA-CEPA: Kerja Sama Ekonomi Indonesia dan Australia

    15 May 2026
    images 4

    Bertahan di Tengah Badai: Simulasi Dampak Perang Dunia III pada Mikro dan Makro Ekonomi”

    15 May 2026
    11

    Pelemahan Rupiah di Rp17.500, Ekonomi Ingatkan Tekanan Inflasi

    14 May 2026
    INFLASI

    Dampak Inflasi Terhadap Daya Beli Masyarakat dan Distribusi Pendapatan

    14 May 2026
    ilustrasi virus corona covid 19 3 169

    Analisis Sinergi Ekonomi Mikro dan Makro dalam Menjaga Stabilitas Daya Beli Masyarakat Pasca Pandemi di Indonesia

    14 May 2026
    Notes 260514 183941 07f

    PDIM FEB UM Dalami Tantangan Ekspor di DD Orchid Nursery

    14 May 2026
    Pelataran

    Pelataran.com adalah portal media berita online yang terbuka untuk umum dan menerima kontribusi tulisan dari berbagai penulis. Tulisan yang dimuat dapat berupa berita, press release, opini, maupun bentuk tulisan lainnya.

    Segala konten yang dipublikasikan di Pelataran.com merupakan tanggung jawab penuh dari masing-masing penulis. Hak cipta atas isi tulisan, gambar, maupun video yang ditayangkan di situs ini sepenuhnya menjadi milik penulis atau pengunggah konten.

    Follow Us

    Pelataran.com

    Jika Anda merasa keberatan dengan adanya tulisan, gambar, atau video yang ditampilkan di situs ini karena alasan hak cipta atau alasan lainnya, silakan hubungi tim redaksi melalui email di:

    📧 redaksi@pelataran.com

    Kami akan segera meninjau dan menghapus konten yang dimaksud sesuai dengan kebijakan dan pertimbangan redaksi.

    Penting!

    Tulisan yang tidak disertai dengan foto atau gambar atau ilustrasi tidak akan dipublikasikan dan akan langsung dihapus oleh Redaksi. Gambar harus ada hubungannya dengan tulisan ya dan bukan foto selfie penulis

    Pemberitahuan!

    Pelataran.com adalah portal berita komunitas yang berpusat di Jakarta dan tidak memiliki kantor perwakilan dimanapun. Tulisan atau berita yang ada merupakan kontribusi penulis lepas dari seluruh Indonesia bahkan dari seluruh dunia. Hati-Hati dengan oknum yang meng-atas-nama-kan Pelataran.com dengan mengaku sebagai wartawan, karena kami tidak memiliki wartawan dan tidak mengeluarkan kartu pengenal wartawan atau Kartu Pers atau Press ID Card.

    Iklan Banner Ucapan Selamat

    Pasang Iklan Banner Ucapan Selamat, Kenaikan Pangkat, Pelantikan dan Lain-Lain

    Square Media Wanita
    • Privacy Policy
    • Panduan Komunitas Pelataran
    • Syarat dan Ketentuan Pelataran
    • Disclaimer
    • Mengapa Tulisan Belum Ditayangkan?
    • Contact Us

    © 2023 Pelataran - Pres Rilis dan Berita

    No Result
    View All Result
    • Berita Utama
    • Ekonomi & Bisnis
    • Internasional
    • Nasional
    • Properti
    • SBTV
    • Lainnya
      • Gaya Hidup
      • Teknologi
      • Otomotif
      • English
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Pariwisata
      • Pendidikan
      • Product Review
      • Sorot
      • Sport
      • Event
      • Opini
      • Profil
    • Kirim Tulisan
      • Login
      • Akun Saya
      • Tulisan Saya
      • Logout
    • Login

    © 2023 Pelataran - Pres Rilis dan Berita