BENGKULU – Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Bengkulu turut ambil bagian dalam Seminar Nasional Pemasyarakatan bertema “Transformasi Sistem Pemasyarakatan dalam Implementasi KUHP dan KUHAP Baru” yang digelar secara virtual melalui Zoom, Rabu (6/5). Kegiatan ini diikuti langsung oleh Kepala Lapas Kelas IIA Bengkulu, Julianto Budhi Prasetyono, bersama seluruh jajaran sebagai wujud keseriusan dalam menyikapi perubahan kebijakan di bidang pemasyarakatan.
Seminar nasional tersebut secara resmi dibuka oleh Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, yang bertindak sebagai keynote speaker. Dalam arahannya, ia menyoroti pentingnya pembaruan sistem pemasyarakatan agar mampu menyesuaikan diri dengan dinamika regulasi hukum pidana nasional, khususnya dalam penerapan KUHP dan KUHAP yang baru.
Kegiatan ini menghadirkan sejumlah narasumber berkompeten yang mengupas berbagai aspek transformasi pemasyarakatan. Pembahasan mencakup penguatan sistem pembinaan yang lebih berorientasi pada nilai kemanusiaan, peningkatan adaptabilitas lembaga, serta dorongan terhadap proses reintegrasi sosial warga binaan secara lebih efektif.
Kalapas Bengkulu, Julianto Budhi Prasetyono, menyampaikan bahwa keikutsertaan jajaran dalam seminar ini menjadi langkah konkret dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di lingkungan Lapas. Menurutnya, pemahaman yang utuh terhadap arah kebijakan baru sangat penting guna memastikan pelaksanaan tugas berjalan optimal.
“Partisipasi ini menjadi bagian dari upaya kami dalam mempersiapkan diri menghadapi perubahan regulasi. Dengan pemahaman yang lebih baik, diharapkan seluruh petugas mampu memberikan pelayanan dan pembinaan yang semakin berkualitas bagi warga binaan,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, Lapas Kelas IIA Bengkulu menegaskan komitmennya untuk terus beradaptasi dan berinovasi dalam mendukung terwujudnya sistem pemasyarakatan yang lebih modern, humanis, serta selaras dengan perkembangan hukum nasional.
















