6 Mei 2026 BENGKULU — Warga binaan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Bengkulu kembali mengikuti kegiatan pembinaan kerohanian yang dilaksanakan di Masjid At-Taubah Rutan Bengkulu, Rabu (6/5). Kegiatan ini merupakan hasil sinergi antara Rutan Bengkulu dan Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Bengkulu dalam rangka memperkuat pembinaan mental dan spiritual warga binaan melalui pendekatan nilai-nilai keagamaan.
Dalam kegiatan tersebut, perwakilan Kemenag Bengkulu menyampaikan materi yang berfokus pada kisah teladan Nabi Ibrahim AS, yang dengan penuh keikhlasan bersedia melaksanakan perintah Allah SWT untuk mengorbankan putranya, Nabi Ismail AS. Dari peristiwa inilah kemudian menjadi dasar sejarah lahirnya peringatan Idul Adha yang penuh makna pengorbanan, ketaatan, dan keikhlasan.
Melalui kisah tersebut, warga binaan diajak untuk merenungi makna kepatuhan kepada Allah SWT serta pentingnya pengorbanan dalam memperbaiki diri dan meninggalkan perilaku yang tidak sesuai dengan ajaran agama. Selain itu, kegiatan juga diisi dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an serta ceramah motivasi tentang pentingnya taubat dan perubahan hidup menuju arah yang lebih baik.
Plh Karutan Bengkulu, Irman Jaya, menyampaikan bahwa pembinaan kerohanian merupakan bagian penting dari proses pembinaan warga binaan secara menyeluruh. Menurutnya, nilai keteladanan Nabi Ibrahim AS menjadi inspirasi besar dalam membentuk karakter yang kuat, ikhlas, dan bertanggung jawab.
“Kami berharap melalui pembinaan seperti ini, warga binaan dapat mengambil hikmah dari kisah Nabi Ibrahim AS tentang keikhlasan dan pengorbanan. Ini menjadi landasan penting dalam proses perubahan diri menuju pribadi yang lebih baik,” ujar Irman.
Perwakilan Kemenag Bengkulu yang hadir juga memberikan apresiasi atas konsistensi Rutan Bengkulu dalam memperkuat pembinaan keagamaan. Ia menegaskan bahwa nilai-nilai spiritual seperti yang dicontohkan Nabi Ibrahim AS sangat relevan dalam membentuk kesadaran moral dan memperbaiki akhlak seseorang.
Sinergi antara Rutan Bengkulu dan Kemenag Bengkulu ini diharapkan terus berlanjut melalui berbagai program pembinaan keagamaan lainnya, seperti bimbingan ibadah, pembelajaran Al-Qur’an, dan ceramah motivasi. Dengan pendekatan spiritual yang berkelanjutan, diharapkan warga binaan mampu menjadikan kisah Nabi Ibrahim AS sebagai inspirasi untuk berubah, memperbaiki diri, dan siap kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik dan berakhlak mulia.





















