Seoul, 1–3 Mei 2026 – Rangkaian acara bertajuk “Blood Saga” yang digelar oleh grup K-pop ENHYPEN selama tiga hari di Seoul berhasil menarik perhatian besar penggemar domestik maupun internasional. Kegiatan yang meliputi konser, fanmeeting, hingga pop-up store tersebut tidak hanya menjadi pusat hiburan global, tetapi juga memicu pergerakan ekonomi yang signifikan, baik di tingkat mikro maupun makro.
Konser tur dunia ENHYPEN “BLOOD SAGA” di Seoul (KSPO DOME) yang digelar pada 1–3 Mei 2026 dihadiri oleh total 32.250 orang.
Antusiasme penggemar yang tinggi terlihat dari padatnya kawasan sekitar lokasi acara sejak hari pertama. Ribuan pengunjung memadati area venue, pusat dunia hiburan, hingga destinasi kuliner yang berada di sekitarnya.
Dari sisi mikroekonomi, pelaku usaha kecil menjadi pihak yang paling cepat merasakan dampaknya. Pedagang kaki lima, toko merchandise, serta kafe bertema K-pop mencatat peningkatan penjualan yang signifikan. Produk-produk bernuansa “Blood Saga” seperti aksesoris, pakaian, hingga makanan tematik laris diburu penggemar.
Seorang pedagang di sekitar lokasi acara mengungkapkan, “Penjualan meningkat drastis selama acara berlangsung. Banyak penggemar mencari barang yang berhubungan dengan ENHYPEN, bahkan rela membayar lebih mahal.”
Fenomena ini menunjukkan bagaimana peningkatan preferensi konsumen dapat mendorong dorongan permintaan. Dalam beberapa kasus, permintaan terhadap produk terkait K-pop cenderung tidak sensitif terhadap harga, karena adanya faktor emosional dan loyalitas penggemar.
Selain sektor perdagangan, jasa transportasi, penginapan skala kecil, serta layanan titip (jastip) juga mengalami peningkatan aktivitas. Kehadiran penggemar dari luar kota dan luar negeri menciptakan perputaran uang yang cepat di tingkat individu dan usaha mikro.
Sementara itu, dari perspektif makroekonomi, acara ini juga memberikan kontribusi terhadap sektor pariwisata Korea Selatan. Kedatangan wisatawan internasional selama periode acara berdampak pada peningkatan perangkat negara.
Seorang pengamat ekonomi di Seoul menyatakan, “Event berskala internasional seperti ini memiliki efek ekonomi yang luas. Tidak hanya dari penjualan tiket, tetapi juga dari konsumsi wisatawan di berbagai sektor.”
Hotel berbintang, maskapai penerbangan, serta pusat dunia besar melaporkan mengalami kenaikan tingkat hunian dan transaksi. Pemerintah daerah Seoul juga memperoleh manfaat melalui peningkatan penerimaan pajak dari sektor hiburan, perhotelan, dan perdagangan.
Fenomena ini juga mencerminkan adanya multiplier effect atau efek pengganda dalam perekonomian. Aktivitas utama berupa konser mampu memicu berbagai kegiatan ekonomi lain secara luas, mulai dari transportasi, konsumsi, hingga perdagangan.
Dalam skala yang lebih luas, popularitas global ENHYPEN melalui konsep “Blood Saga” semakin memperkuat posisi industri K-pop sebagai salah satu pilar ekonomi kreatif Korea Selatan. Industri ini dinilai mampu memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) sekaligus memperkuat citra negara di kancah internasional.
Dengan demikian, “Blood Saga” tidak hanya menjadi simbol kesuksesan di bidang hiburan, tetapi juga bukti bahwa industri musik modern dapat berperan sebagai motor penggerak ekonomi yang kuat, baik di tingkat lokal maupun nasional.
Disusun oleh:
Desriyani Rosadelia Abuk
NIM: 251010550870
Prodi Manajemen, Mata Kuliah Ekonomi
Universitas Pamulang.





















