Bengkulu — Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bengkulu, Julianto Budhi Prasetyono, bersama jajaran mengikuti rapat persiapan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Lapas dan Rumah Tahanan Negara (Rutan) secara virtual, Selasa (05/05). Kegiatan ini diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Pemasyarakatan sebagai tindak lanjut dari salah satu dari 15 program aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia.
Rapat tersebut membahas langkah strategis dalam mendukung implementasi program nasional Makan Bergizi Gratis, khususnya melalui pembangunan dan optimalisasi dapur sehat di lingkungan Lapas dan Rutan. Program ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan kualitas asupan gizi, tetapi juga menjadi sarana pemberdayaan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).
Dalam arahannya, pihak Direktorat Jenderal Pemasyarakatan menekankan pentingnya kesiapan sarana dan prasarana, standar kebersihan dan keamanan pangan, serta keterlibatan aktif WBP yang telah memiliki sertifikasi keterampilan di bidang pengolahan makanan. Hal ini diharapkan mampu menciptakan sistem dapur sehat yang profesional, higienis, dan berkelanjutan.
Kepala Lapas Kelas IIA Bengkulu, Julianto Budhi Prasetyono, menyampaikan komitmennya untuk mendukung penuh pelaksanaan Program MBG. Ia menegaskan bahwa pihaknya akan segera melakukan langkah-langkah persiapan, termasuk pemetaan potensi WBP yang memiliki kompetensi di bidang kuliner serta peningkatan fasilitas dapur sesuai standar yang ditetapkan.
“Program ini menjadi peluang besar tidak hanya untuk meningkatkan kualitas layanan pemasyarakatan, tetapi juga sebagai sarana pembinaan kemandirian bagi WBP. Dengan melibatkan mereka secara aktif, kita turut membekali keterampilan yang bermanfaat setelah masa pidana berakhir,” ujar Kalapas.
Melalui sinergi yang kuat antara pemerintah pusat dan jajaran pemasyarakatan di daerah, diharapkan Program Makan Bergizi Gratis dapat berjalan optimal dan memberikan dampak positif, baik dari sisi kesehatan maupun pembinaan bagi Warga Binaan.
Dengan kesiapan yang terus dimatangkan, Lapas Kelas IIA Bengkulu optimistis dapat menjadi bagian penting dalam menyukseskan program prioritas nasional tersebut.





















