Banda Naira, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Bandanaira kembali tunjukkan komitmennya mencegah potensi gangguan keamanan dan ketertiban (kamtib) dengan melaksanakan razia insidentil di blok Hatta, Kamis (30/4). Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Pelaksana Harian Kepala Lapas Bandanaira, Amier Azan, bersama pejabat struktural dan melibatkan staf kamtib, regu pengamanan dan Calon Aparatur Sipil Negara (CASN).
Razia dilaksanakan secara sistematis dengan menyasar seluruh kamar hunian di blok Hatta. Dalam pelaksanaannya, petugas tetap mengedepankan pendekatan humanis, namun tegas sesuai dengan standar operasional prosedur yang berlaku. Langkah ini menjadi strategi deteksi dini guna meminimalisir potensi gangguan kamtib di dalam Lapas.
Amier Azan menegaskan bahwa razia insidental merupakan bagian dari penguatan sistem pengamanan yang dilakukan secara berkelanjutan guna menekan potensi gangguan kamtib di dalam Lapas.
”Razia insidental ini kami laksanakan sebagai langkah preventif untuk meminimalisir potensi gangguan keamanan sekaligus mengingatkan Warga Binaan agar senantiasa mematuhi tata tertib yang berlaku,” ujarnya.
Sementara itu, Komandan Regu Pengamanan, Fadli Ramalan, menyampaikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan razia insidentil yang dilakukan secara berkala. Langkah ini dinilai krusial untuk meminimalisir potensi gangguan kamtib sejak dini.
”Saya mendukung penuh pelaksanaan razia insidentil yang dilakukan berkala. Ini bukan sekadar rutinitas, melainkan langkah preventif yang nyata. Dengan adanya pemeriksaan mendadak, kita dapat memastikan situasi tetap kondusif dan aman,” tegasnya.
Dalam pelaksanaan razia, petugas menemukan sejumlah barang yang berpotensi disalahgunakan dan menggangu kamtib, antara lain gunting, silet, korek api, jepit kuku, alat cukur kumis/jenggot, sendok besi, peniti, paku, sikat gigi, dan sendotan bekas minuman kemasan. Seluruh barang tersebut langsung disita untuk dimusnahkan sesuai ketentuan.
Melalui kegiatan razia insidentil ini, Lapas Bandanaira terus memperkuat pengawasan internal, menegakkan disiplin, serta memastikan terciptanya lingkungan hunian yang aman, tertib, dan kondusif guna mendukung pelaksanaan program pembinaan secara optimal bagi seluruh Warga Binaan. (Humas/LT)



















