10 April 2026 Bengkulu – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Bengkulu kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung program pembinaan berbasis lingkungan dengan melaksanakan kegiatan pemilahan sampah organik dan anorganik bagi warga binaan pemasyarakatan (WBP), Jumat (10/4). Kegiatan ini turut didampingi langsung oleh Kasubsi Pelayanan Tahanan, Rafi Rizaldi.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pembinaan kemandirian sekaligus peningkatan kesadaran lingkungan di dalam lingkungan Rutan. Melalui program ini, WBP diberikan edukasi dan praktik langsung mengenai cara memilah sampah berdasarkan jenisnya, sehingga dapat memberikan manfaat lebih besar dalam pengelolaan limbah yang berkelanjutan.
Dalam pelaksanaannya, petugas pembinaan bersama jajaran Rutan memberikan pengarahan mengenai perbedaan sampah organik dan anorganik serta pentingnya pengelolaan sampah yang benar untuk menjaga kebersihan lingkungan. WBP kemudian dilibatkan secara langsung dalam proses pemilahan sampah yang dihasilkan dari aktivitas sehari-hari di dalam Rutan, dengan pendampingan dari Kasubsi Pelayanan Tahanan, Rafi Rizaldi.
Sampah organik yang terkumpul, seperti sisa makanan dan bahan alami lainnya, selanjutnya akan diserahkan ke bank sampah mitra untuk diolah kembali menjadi kompos dan produk ramah lingkungan. Sementara itu, sampah anorganik seperti plastik dan bahan non-organik lainnya dipilah untuk didaur ulang atau dikelola sesuai mekanisme pengelolaan sampah yang berlaku.
Petugas pembinaan menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya bertujuan menjaga kebersihan lingkungan Rutan, tetapi juga memberikan keterampilan praktis kepada WBP agar memiliki kesadaran dan kemampuan dalam mengelola sampah secara mandiri, baik selama berada di dalam Rutan maupun setelah kembali ke masyarakat.
Kepala Rutan Bengkulu, Tomy Yulianto, menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari inovasi pembinaan yang berorientasi pada pembentukan karakter peduli lingkungan. “Kami ingin warga binaan tidak hanya mendapatkan pembinaan dari sisi mental dan keterampilan, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap lingkungan. Pemilahan sampah ini adalah langkah sederhana, namun berdampak besar bagi keberlanjutan lingkungan,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa kerja sama dengan bank sampah menjadi langkah strategis dalam mendukung ekonomi sirkular, di mana sampah tidak hanya dibuang, tetapi dapat diolah kembali menjadi sesuatu yang bermanfaat.
Kegiatan berlangsung dengan tertib dan penuh antusias dari para WBP. Mereka mengikuti setiap tahapan dengan disiplin serta menunjukkan kesadaran yang semakin meningkat akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.
Dengan adanya kegiatan ini, Rutan Bengkulu berharap dapat terus menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan produktif, sekaligus memberikan bekal keterampilan yang bermanfaat bagi WBP sebagai bagian dari proses reintegrasi sosial di masa mendatang.



















