MOJOKERTO – Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Mojokerto menggelar kegiatan screening kesehatan mental bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) bekerja sama dengan mahasiswa Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Mojokerto. Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Utama Lapas Mojokerto sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi psikologis warga binaan, Jumat (10/4).
Kegiatan screening ini bertujuan untuk mendeteksi dini potensi gangguan kesehatan mental pada WBP, sekaligus memberikan edukasi terkait pentingnya menjaga kesehatan psikologis selama menjalani masa pembinaan. Para mahasiswa PPNI Mojokerto turut berperan aktif dalam proses pemeriksaan serta pendampingan kepada warga binaan.
Pelaksanaan kegiatan berlangsung tertib dan kondusif, dengan antusiasme tinggi dari para WBP yang mengikuti setiap tahapan screening. Pemeriksaan dilakukan secara bertahap dengan metode wawancara dan pengisian instrumen penilaian kesehatan mental yang telah disiapkan.
Kepala Lapas Mojokerto, Rudi Kristiawan, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pembinaan yang menyeluruh, tidak hanya dari sisi fisik namun juga mental dan emosional warga binaan. “Kami berkomitmen untuk memberikan perhatian penuh terhadap kesehatan mental WBP, karena hal tersebut merupakan faktor penting dalam proses pembinaan dan reintegrasi sosial,” ujarnya.
Lebih lanjut, Kalapas menambahkan bahwa kolaborasi dengan pihak eksternal seperti mahasiswa PPNI Mojokerto menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas layanan pemasyarakatan. Sinergi ini diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi warga binaan.
Selain screening, kegiatan ini juga diisi dengan sesi edukasi mengenai manajemen stres dan cara menjaga kesehatan mental dalam kehidupan sehari-hari. Para peserta diberikan pemahaman tentang pentingnya pola pikir positif dan dukungan sosial selama menjalani masa pidana.
Melalui kegiatan ini, Lapas Mojokerto berharap dapat menciptakan lingkungan pembinaan yang lebih humanis serta mendukung proses pemulihan mental warga binaan, sehingga mereka dapat kembali ke masyarakat dengan kondisi yang lebih baik dan siap menjalani kehidupan secara produktif.






















